Media90 – Panggung utama Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas kembali menjadi saksi lahirnya teknologi yang menjanjikan konektivitas tanpa batas. Infinix, produsen ponsel asal China, memperkenalkan seri Infinix Note 60 dengan fitur revolusioner: kemampuan mengirim pesan singkat (chat) langsung via satelit tanpa memerlukan kuota internet maupun sinyal seluler tradisional.
Revolusi “Sky-Link”: Chat Tanpa Internet untuk Wilayah Blank Spot
Fitur ini memanfaatkan teknologi Direct-to-Cell (D2C) yang terhubung dengan konstelasi satelit orbit rendah (LEO). Tidak seperti fitur satelit darurat kompetitor yang hanya aktif saat kondisi darurat, Note 60 dirancang agar selalu bisa digunakan sebagai jalur komunikasi cadangan. Gelombang frekuensi rendah memungkinkan pesan menembus cuaca ekstrem dan topografi sulit, sehingga nelayan di laut lepas atau pendaki gunung tetap bisa berkomunikasi tanpa membawa perangkat satelit mahal.
Aplikasi perpesanan bawaan Note 60 secara otomatis beralih ke mode satelit jika jaringan 4G/5G atau Wi-Fi tidak tersedia, menjadikan fitur ini solusi ideal bagi negara kepulauan seperti Indonesia dengan banyak wilayah blank spot.
Spesifikasi Gahar di Balik Fitur Satelit
Selain kemampuan chat via satelit, Infinix Note 60 tetap menawarkan performa tinggi. Ditenagai MediaTek Dimensity 8500-Series, ponsel ini mendukung pemrosesan AI lokal untuk memampatkan data pesan agar cepat dikirim melalui bandwidth satelit terbatas.
Layar AMOLED 144Hz memberikan pengalaman visual mulus, sementara baterai 5.000 mAh dengan 200W All-Round FastCharge memungkinkan pengisian penuh dalam kurang dari 10 menit. Kombinasi daya tahan baterai, pengisian super cepat, dan komunikasi mandiri menjadikan Note 60 sebagai “ponsel penyintas” terbaik di kelas harganya.
Strategi Harga Kompetitif untuk Dominasi Pasar
Infinix menempatkan teknologi satelit ini pada seri Note yang dibanderol sekitar Rp2–4 jutaan, langkah strategis untuk menyaingi Samsung dan Apple yang masih membatasi fitur satelit pada perangkat flagship. Analis teknologi menilai langkah ini bisa memaksa vendor lain mengikuti jejak Infinix. “Teknologi satelit tidak lagi eksklusif dan mahal. Konsumen kini mencari konektivitas absolut, bukan hanya kamera atau layar besar,” ujar laporan CNBC Indonesia.
Tantangan Regulasi dan Kesiapan Operator
Meski teknologi siap, operasional chat via satelit tetap harus mematuhi regulasi nasional. Infinix dilaporkan tengah berkoordinasi dengan Kemkomdigi dan penyedia satelit lokal untuk memastikan integrasi tidak mengganggu frekuensi seluler. Pemerintah Indonesia menyambut baik inovasi ini sebagai bagian dari upaya transformasi digital nasional, dengan target konektivitas 100% hingga pelosok negeri.
Awal Era Baru Tanpa Blank Spot
Peluncuran Infinix Note 60 di CES 2026 menandai visi masa depan di mana komunikasi bukan lagi tergantung sinyal operator atau jaringan internet. Jika janji harga terjangkau benar-benar terwujud, era “tidak ada sinyal” di Indonesia dan negara berkembang diprediksi akan menjadi sejarah.














