Media90 – Dalam dunia teknologi global yang semakin kompetitif, hanya segelintir tokoh yang memiliki pengaruh sebesar Tim Cook. Sejak menggantikan Steve Jobs, sang CEO berhasil membawa Apple menjadi perusahaan bernilai sekitar $4,1 triliun (sekitar Rp69,1 kuadriliun) di 2025—menjadikannya salah satu perusahaan paling berharga di dunia.
Baru-baru ini, Apple merilis laporan proksi tahunan, dokumen resmi bagi para pemegang saham yang merinci kompensasi eksekutif. Dan dari situlah, publik akhirnya mengetahui berapa besar pendapatan sang pemimpin kerajaan teknologi ini di tahun 2025.
Pendapatan Tim Cook: Turun, Tapi Tetap Tak Terjangkau
Di saat sebagian besar masyarakat Amerika menahan belanja dan memperketat pengeluaran, pendapatan Tim Cook bertengger pada level yang sulit dijangkau manusia pada umumnya.
Pada tahun 2025, Cook mengantongi $74,3 juta (sekitar Rp1,253 triliun). Angka ini sedikit turun dari $74,6 juta (sekitar Rp1,258 triliun) di 2024. Penurunan tersebut bukan karena performa buruk, melainkan dipicu oleh sempat turunnya nilai saham Apple.
Kupas Tuntas Komponen Gaji Triliunan Rupiah
Pendapatan Cook didominasi dari “Stock Awards”, yaitu keuntungan saham yang nilainya mengikuti performa Apple di pasar. Di 2025:
-
Stock Awards: $57,5 juta (sekitar Rp969 miliar)
→ turun dari $58 juta (sekitar Rp978 miliar) di 2024
Khusus bagi eksekutif, komponen inilah yang menjadi “honeypot”, karena kekayaan mereka akan melonjak seiring keberhasilan perusahaan.
Sementara itu, komponen lainnya relatif stabil bahkan meningkat:
Rincian Gaji Tim Cook 2025
-
Gaji Pokok: $3 juta (sekitar Rp50 miliar)
→ konsisten sejak 2016 -
Bonus Kinerja: $12 juta (sekitar Rp202 miliar)
→ diberikan karena target finansial Apple tercapai -
Kompensasi Lain: $1,76 juta (sekitar Rp29,6 miliar)
mencakup:-
rencana pensiun
-
asuransi jiwa
-
pembayaran cuti tidak terpakai
-
$887.870 untuk keamanan pribadi
-
$789.991 untuk jet pribadi
-
Dewan direksi bahkan mewajibkan Cook selalu bepergian menggunakan jet pribadi demi keamanan dan efisiensi.
Kesenjangan Penghasilan: 7 Jam vs 12 Bulan
Untuk melihat skala pendapatan Cook, bandingkan dengan gaji pekerja AS pada umumnya.
Menurut data 2025, rata-rata pendapatan tahunan pekerja Amerika adalah:
➡️ $62.088 (sekitar Rp1,05 miliar) per tahun.
Dengan pendapatan Cook, angka itu hanya setara dengan 7 jam kerjanya.
Perbandingannya makin mencolok untuk barang-barang konsumsi:
-
Beli rumah harga median AS ($439.000 / Rp7,4 miliar):
→ Cook hanya butuh 2,15 hari -
Beli MacBook Pro $3.000 (Rp50 juta):
→ hanya 21 menit -
Beli iPhone $1.100 (Rp18,5 juta):
→ kurang dari 8 menit
Perbandingan ini menggambarkan betapa ekstremnya jurang pendapatan antara eksekutif teknologi dan pekerja biasa.
Petinggi Apple Lain Juga Kebanjiran Kompensasi
Tim Cook bukan satu-satunya petinggi dengan kompensasi super besar. Beberapa posisi strategis Apple mengantongi bayaran masif di 2025, antara lain:
-
Kate Adams (Penasihat Hukum Utama): ~$27 juta
-
Sabih Khan (COO): ~$27 juta
-
Deirdre O’Brien (Kepala Divisi Ritel): ~$27 juta
Sementara di divisi keuangan:
-
Luca Maestri (Mantan CFO): $15,5 juta
-
Kevan Parekh (CFO baru): $22,46 juta di tahun pertama
Jika dibandingkan CEO teknologi lain, Cook masih berada di papan atas, hanya kalah dari Satya Nadella (Microsoft) yang mengantongi $79,1 juta (sekitar Rp1,3 triliun).
Masa Depan Cook di Apple
Walaupun terdengar fantastis, bayaran 2025 ini lebih kecil dari puncaknya di 2022, ketika Cook meraih hampir $100 juta (sekitar Rp1,68 triliun). Kala itu, ia bahkan meminta agar paket bayarannya dipangkas usai kritik dari pemegang saham soal ketimpangan.
Kini, di usia 65 tahun, muncul pertanyaan: berapa lama lagi Cook memimpin Apple?
Nama John Ternus, kepala insinyur perangkat keras Apple, disebut-sebut sebagai calon kuat penerusnya. Namun siapa pun penggantinya nanti, satu hal jelas:
Menjadi pemimpin Apple masih merupakan salah satu pekerjaan paling menguntungkan di dunia modern.














