Media90 – OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, membuat gebrakan terbaru dengan mengakuisisi Torch, startup muda yang bergerak di bidang teknologi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai ekspansi OpenAI ke ranah medis sekaligus menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan integrasi AI dalam layanan kesehatan.
Nilai Akuisisi yang Mengundang Perhatian
OpenAI mengumumkan akuisisi Torch pada Senin, 12 Januari 2026. Meskipun detail resmi tidak dipublikasikan, laporan media berbeda menunjukkan estimasi nilai yang bervariasi: CNBC menyebut sekitar 60 juta dolar AS, sementara TechCrunch mencatat 100 juta dolar AS. Perbedaan ini menunjukkan kesepakatan dilakukan secara tertutup, namun angka yang beredar memperlihatkan keseriusan OpenAI dalam menginvestasikan dana besar untuk startup yang baru berdiri pada 2024.
Torch dan Visi Kesehatan Berbasis AI
Torch didirikan dengan fokus mengembangkan aplikasi kesehatan berbasis AI. Produk utamanya mengumpulkan informasi medis dari berbagai sumber, mulai dari penyedia layanan kesehatan, laboratorium diagnostik, hingga data pribadi pengguna.
Startup ini memperkenalkan konsep “unified medical memory”, yakni sistem yang menyatukan berbagai informasi medis—seperti hasil tes laboratorium, resep obat, diagnosis, dan riwayat perawatan—ke dalam satu platform yang mudah diakses. Sistem ini memungkinkan pengguna melihat gambaran kesehatan secara menyeluruh tanpa kehilangan detail penting.
Integrasi dengan ChatGPT Health
Akuisisi Torch dilakukan beberapa hari setelah OpenAI memperkenalkan ChatGPT Health, fitur yang dirancang untuk membantu pengguna memahami data kesehatan dan kebugaran secara lebih terstruktur.
OpenAI menyatakan melalui unggahan di X bahwa integrasi Torch akan membuka cara baru dalam mengelola dan memahami kesehatan pribadi. Torch menjadi pelengkap penting bagi ChatGPT Health karena mampu menyatukan data medis yang biasanya tersebar di berbagai sistem, sehingga menghadirkan layanan kesehatan digital yang lebih personal, terhubung, dan mudah dipahami pengguna.
Tanggung Jawab dan Privasi Data
CEO Torch, Ilya Abyzov, menekankan tanggung jawab besar di balik akuisisi ini. Layanan yang mereka tawarkan menyangkut data kesehatan sensitif pengguna, sehingga privasi dan keamanan menjadi prioritas utama. Ia menambahkan, Torch tidak akan melangkah jika tidak yakin OpenAI memiliki komitmen yang sama terhadap perlindungan data, kolaborasi dengan tenaga medis, serta kualitas layanan yang tinggi.
Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran publik terhadap penggunaan data medis dalam sistem berbasis AI. Meskipun teknologi ini menjanjikan efisiensi, pertanyaan terkait pengelolaan dan keamanan data tetap menjadi isu utama.
Dampak bagi OpenAI dan Industri Kesehatan
Akuisisi ini menunjukkan ambisi besar OpenAI untuk memperluas pengaruhnya di sektor kesehatan. Dengan teknologi Torch, OpenAI berpotensi menjadi pemain utama dalam digitalisasi layanan medis.
Bagi industri kesehatan, langkah ini menandai tren baru: perusahaan teknologi besar semakin masuk ke ranah medis, mempercepat transformasi digital, namun juga menuntut regulasi lebih ketat untuk menjamin keamanan dan etika penggunaan data pasien.
Masa Depan Integrasi AI dalam Kesehatan
Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana integrasi Torch dengan ChatGPT Health akan memengaruhi akses masyarakat terhadap informasi medis. Jika berhasil, sistem ini bisa membantu pasien mempersiapkan kunjungan dokter, memahami hasil tes, hingga mengelola pola hidup sehat dengan lebih baik.
Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kepercayaan publik terhadap keamanan data. Tanpa jaminan privasi yang kuat, inovasi sebesar apa pun akan sulit diterima secara luas.
Akuisisi Torch oleh OpenAI menjadi langkah penting dalam perjalanan integrasi AI ke sektor kesehatan. Konsep unified medical memory memberi fondasi kuat bagi ChatGPT Health untuk berkembang menjadi layanan yang lebih mendalam. Namun, tantangan terbesar tetap pada aspek privasi dan keamanan data, dan dunia kini menunggu bagaimana OpenAI membuktikan komitmennya dalam menjaga kepercayaan publik. Jika berhasil, ini bisa menjadi tonggak transformasi layanan kesehatan global, membuka jalan bagi masa depan di mana teknologi dan kesehatan berjalan beriringan untuk kepentingan masyarakat.














