Media90 – Universitas Lampung (Unila) dan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung sepakat untuk bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya mengatasi konflik agraria serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Lampung. Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Unila sebagai problem solver atas berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat Lampung.
Melalui sinergi tersebut, Unila dan Polda Lampung menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang diharapkan berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ruang lingkup kerja sama meliputi penanganan konflik lahan, penguatan ketahanan pangan, hingga peningkatan kapasitas pendidikan dan pemahaman anggota Polri melalui pendekatan akademik.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah penanganan sengketa lahan yang melibatkan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Tengah. Dalam konteks ini, Polda Lampung mengajak Unila tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga terjun langsung ke lapangan melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., ASEAN Eng, menyampaikan bahwa Unila akan menerjunkan tim ahli dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Hukum, serta melibatkan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk melakukan pendekatan yang bersifat edukatif dan persuasif.
“Kami menyepakati sinergi konkret untuk pengabdian kepada masyarakat, sehingga Unila bersama Polda Lampung nantinya akan turun langsung ke daerah konflik, seperti sengketa lahan di Tulang Bawang,” ujar Prof. Lusmeilia Afriani.
Selain itu, Unila dan Polda Lampung juga akan melibatkan tokoh adat Lampung dalam diskusi dan proses penyelesaian konflik agraria. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini diharapkan dapat membuat solusi yang ditawarkan lebih diterima oleh masyarakat serta menyentuh akar permasalahan budaya setempat.
Rektor Unila menjelaskan bahwa pelaksanaan teknis di lapangan akan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Tim KKN Unila. Tim tersebut akan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui edukasi hukum, sosial, dan mediasi konflik secara partisipatif.
Selain isu keamanan dan konflik agraria, kerja sama antara Unila dan Polda Lampung juga mencakup bidang ketahanan pangan. Kolaborasi ini merespons kebutuhan pemanfaatan lahan tidur agar dapat menjadi lahan produktif yang mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Kerja sama ini juga menyasar sektor pertanian. Nantinya ada lahan di Kotabaru yang akan dimanfaatkan untuk budidaya jagung. Ini merupakan bentuk dukungan nyata Unila dan Polda Lampung terhadap program ketahanan pangan nasional, dan rencananya akan segera dieksekusi dalam waktu dekat,” jelas Prof. Lusmeilia Afriani.
Kerja sama ini diharapkan dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif yang nyata, tidak hanya bagi institusi kepolisian dan sivitas akademika Unila, tetapi juga bagi masyarakat Lampung secara luas melalui terciptanya keamanan, keadilan agraria, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.














