TEKNO

Waspada Clickjacking, Sejumlah Game Android Ini Diam-diam Manfaatkan AI untuk Klik Iklan

7
×

Waspada Clickjacking, Sejumlah Game Android Ini Diam-diam Manfaatkan AI untuk Klik Iklan

Sebarkan artikel ini
Waspada Clickjacking, 6 Game Ini Diduga Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Diam-Diam
Waspada Clickjacking, 6 Game Ini Diduga Manfaatkan AI untuk Klik Iklan Diam-Diam

Media90 – Game mobile kini telah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Mulai dari sekadar mengisi waktu luang hingga menemani perjalanan, bermain game di ponsel terasa praktis dan menghibur. Namun, di balik keseruannya, tidak semua game aman bagi perangkat. Jika sembarangan mengunduh aplikasi, alih-alih terhibur, ponsel justru berisiko terinfeksi malware yang membuat baterai cepat habis dan performa menurun.

Berdasarkan riset terbaru dari perusahaan keamanan siber Dr. Web, ditemukan sejumlah game Android yang diam-diam membawa malware berbahaya. Malware tersebut dikenal dengan nama clickjacking, yakni teknik manipulasi iklan yang bekerja secara senyap di latar belakang aplikasi tanpa disadari pengguna.

Malware Clickjacking Berbasis AI

Dalam laporannya, Dr. Web mengungkap bahwa malware clickjacking ini telah memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan keuntungan ilegal bagi penjahat siber. Secara teknis, malware tersebut menggunakan pustaka TensorFlow.js milik Google guna menjalankan model machine learning.

Model AI ini bertugas menganalisis tampilan layar saat iklan muncul di dalam game. Ketika sistem mendeteksi keberadaan iklan, malware akan secara otomatis melakukan klik, seolah-olah dilakukan oleh pengguna asli. Aktivitas inilah yang menjadi sumber pendapatan iklan ilegal bagi pelaku.

Baca Juga:  Photon: Aplikasi iPhone Terbaru oleh Pencipta Camera+ untuk Fotografi Profesional

Menariknya, jika model machine learning gagal bekerja—misalnya karena tampilan iklan berubah—malware tidak serta-merta berhenti. Pengembang yang bersekongkol atau pihak jahat lainnya dapat mengambil alih layar ponsel pengguna secara manual melalui teknik signaling. Dengan metode ini, aktivitas seperti scrolling layar dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.

Dampak yang Dirasakan Pengguna

Meski malware clickjacking ini tidak secara langsung mencuri data pribadi atau merusak sistem ponsel, dampaknya tetap merugikan. Aktivitas iklan tersembunyi yang berjalan terus-menerus menyebabkan konsumsi daya meningkat, membuat baterai cepat terkuras dan suhu perangkat naik.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat penurunan kualitas baterai. Selain itu, kuota internet pengguna juga ikut tergerus karena malware terus mengakses jaringan untuk memuat iklan. Bagi pengguna dengan paket data terbatas, dampak ini tentu sangat merugikan.

Baca Juga:  WhatsApp Siap Merilis Fitur Transkripsi Suara ke Platform Android Setelah Sukses di iOS

Daftar 6 Game Berbahaya yang Perlu Dihindari

Seluruh game yang teridentifikasi membawa malware clickjacking ini berasal dari satu pengembang yang sama, yakni Shenzhen Ruiren Network Co. Ltd. Sebelum terungkap, aplikasi-aplikasi tersebut sempat diunduh oleh puluhan ribu pengguna, menandakan masih rendahnya tingkat kewaspadaan terhadap keamanan aplikasi hiburan.

Berikut daftar game yang terindikasi mengandung malware clickjacking:

  • Theft Auto Mafia – 61.000 unduhan
  • Cute Pet House – 34.000 unduhan
  • Creation Magic World – 32.000 unduhan
  • Amazing Unicorn Party – 13.000 unduhan
  • Open World Gangsters – 11.000 unduhan
  • Sakura Dream Academy – 4.000 unduhan

Cara Penyebaran Malware

Penjahat siber menyebarkan malware ini melalui GetApps, toko aplikasi bawaan pada sejumlah perangkat Xiaomi. Pada awalnya, game-game tersebut diunggah dalam kondisi aman tanpa fungsi berbahaya. Namun, setelah berhasil menarik cukup banyak pengguna, aplikasi menerima pembaruan yang diam-diam menyisipkan komponen malware.

Baca Juga:  Tips Cepat: Transkripsi Otomatis File Audio ke Teks dengan Microsoft 365

Mengutip laporan Android Authority, selain GetApps, malware ini juga disebarkan melalui situs APK pihak ketiga seperti Apkmody dan Moddroid, serta lewat kanal Telegram yang menawarkan aplikasi mod, termasuk mod Spotify dan Netflix.

Imbauan untuk Pengguna Android

Untuk menghindari risiko serupa, pengguna Android disarankan hanya mengunduh aplikasi dari sumber resmi seperti Google Play Store. Menginstal aplikasi dari situs pihak ketiga atau aplikasi mod yang menjanjikan fitur premium gratis sangat berisiko terhadap keamanan perangkat.

Langkah pencegahan sederhana seperti memeriksa izin aplikasi, menghindari sumber tidak tepercaya, serta waspada terhadap pembaruan mencurigakan dapat membantu menjaga kesehatan perangkat. Hiburan seharusnya memberikan rasa rileks, bukan justru membuat ponsel cepat rusak.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, pengguna dapat menjaga baterai lebih awet, kuota internet tetap aman, dan pengalaman bermain game tetap nyaman tanpa ancaman tersembunyi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *