TEKNO

Awas Penipuan di Google Maps! Ribuan Bisnis “Hantu” Terungkap, Pengguna Jadi Target

6
×

Awas Penipuan di Google Maps! Ribuan Bisnis “Hantu” Terungkap, Pengguna Jadi Target

Sebarkan artikel ini
Waspada Penipuan Google Maps! Ribuan Profil Bisnis Fiktif Dihapus, Begini Modusnya
Waspada Penipuan Google Maps! Ribuan Profil Bisnis Fiktif Dihapus, Begini Modusnya

Media90 – Di era ketika kepercayaan terhadap teknologi navigasi semakin besar, ancaman justru datang dari platform yang selama ini dianggap paling andal: Google Maps. Aplikasi peta digital yang digunakan jutaan orang untuk mencari rute, restoran, hingga layanan darurat, kini disusupi ribuan “ranjau” digital berupa profil bisnis palsu yang siap menjebak pengguna lengah.

Google baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan menghapus lebih dari 10.000 akun bisnis dari Google Maps. Aksi bersih-bersih ini dilakukan setelah perusahaan mengungkap adanya skema penipuan terorganisir yang melibatkan pembuatan bisnis fiktif hingga pembajakan akun bisnis yang sah.

Insiden ini bukan sekadar gangguan kecil, melainkan peringatan serius bagi siapa pun yang terbiasa menekan tombol “Call” atau “Rute” di Google Maps tanpa melakukan verifikasi tambahan.

Modus Operandi: Memanfaatkan Kepanikan Pengguna

Berbeda dengan penipuan phishing konvensional yang mengandalkan email atau pesan palsu, modus di Google Maps ini mengeksploitasi psikologi urgensi. Google mengidentifikasi bahwa target utama pelaku adalah sektor “force vertical”, yakni layanan yang biasanya dicari saat kondisi darurat.

Baca Juga:  Kendala WhatsApp pada Ponsel Android Saat Mengirim Video: Solusi dan Tantangan

Contohnya meliputi:

  • Tukang kunci (locksmith)
  • Derek kendaraan
  • Perbaikan pipa bocor
  • Layanan darurat rumah tangga lainnya

Pelaku membuat ribuan profil bisnis palsu yang tampak seperti penyedia jasa lokal tepercaya. Mereka bahkan bekerja sama dengan jaringan agen tertentu dan memanfaatkan media sosial untuk membangun reputasi palsu agar terlihat meyakinkan.

Saat pengguna yang sedang panik—misalnya terkunci di luar rumah atau mobil mogok—mencari layanan terdekat, Google Maps dapat menampilkan profil palsu tersebut di hasil pencarian.

Pengalihan Telepon dan Tarif Tak Masuk Akal

Masalah serius muncul ketika pengguna menekan tombol telepon pada profil bisnis palsu itu. Alih-alih terhubung ke penyedia jasa lokal, panggilan justru dialihkan ke pusat operasi penipu.

Baca Juga:  Solusi Cerdas: Cara Melacak Ponsel Android dan iPhone yang Hilang atau Dicuri

Korban yang tidak curiga kemudian memesan layanan. Dampaknya bisa sangat merugikan:

  • Biaya jasa membengkak jauh di atas harga normal
  • Tekanan untuk membayar di muka
  • Dalam kasus tertentu, data pribadi korban disalahgunakan untuk kejahatan lanjutan

Penasihat umum Google, Halimah DeLaine Prado, menegaskan bahwa perusahaan menangani kasus ini secara serius. Ia menyatakan bahwa setiap laporan penipuan langsung ditindaklanjuti dengan penelusuran agresif terhadap profil serupa.

Kasus ini terungkap setelah sebuah perusahaan di Texas, Amerika Serikat, melaporkan adanya pihak misterius yang meniru identitas bisnis mereka di Google Maps.

Celah Crowdsourcing yang Dimanfaatkan

Skema ini memanfaatkan kelemahan dari sistem crowdsourcing—fitur yang memungkinkan pengguna menambahkan atau mengedit informasi bisnis di Google Maps. Fitur ini memang dirancang untuk memperkaya data, namun di tangan pelaku kejahatan, justru menjadi celah berbahaya.

Baca Juga:  Cara Mudah Membatalkan Repost di TikTok: Solusi Praktis!

Tidak hanya membuat toko “hantu”, para penipu juga kerap:

  • Membajak akun bisnis asli yang jarang dikelola
  • Mengganti nomor telepon resmi dengan nomor milik sindikat
  • Mengarahkan seluruh panggilan ke pusat penipuan

Tips Agar Terhindar dari Penipuan Google Maps

Agar tidak menjadi korban berikutnya, pengguna disarankan meningkatkan kewaspadaan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Lakukan Verifikasi Silang
    Jangan hanya mengandalkan Google Maps. Cari nama bisnis di mesin pencari dan cocokkan nomor telepon dengan situs resmi.
  2. Waspadai Metode Pembayaran
    Bisnis resmi jarang meminta transfer ke rekening pribadi sebelum layanan diberikan.
  3. Periksa Ulasan Secara Kritis
    Profil palsu biasanya memiliki ulasan generik, terlalu sempurna, atau justru minim ulasan.
  4. Tetap Tenang Saat Darurat
    Justru di saat panik, risiko tertipu paling besar. Luangkan waktu beberapa menit untuk memastikan layanan yang Anda hubungi benar-benar valid.

Google Maps tetap menjadi alat navigasi yang sangat bermanfaat. Namun, kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kepercayaan digital harus selalu dibarengi verifikasi. Jangan biarkan rasa panik menutup logika—karena satu klik yang salah bisa berujung kerugian besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *