Media90 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 (Daop 1) Jakarta bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menggelar rapat koordinasi terkait penanganan banjir yang berdampak pada kawasan permukiman dan prasarana perkeretaapian di wilayah Cilegon.
Koordinasi ini menitikberatkan pembahasan pada sejumlah titik rawan genangan air yang beririsan langsung dengan jalur rel, khususnya di lintasan antara Stasiun Cigading hingga Stasiun Krenceng.
Hadirkan Unsur Terkait
Kegiatan tersebut dihadiri Deputy Daop 1 Jakarta, Deddy Hendrady, beserta jajaran. Dari Pemkot Cilegon hadir Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Kepala Dinas PUPR Kota Cilegon Dendi Rudiatna, Kepala DPMPTSP Hayati Nufus, Kabid PSDAAMP Dinas PUPR Kota Cilegon Edi Helfinadi, serta unsur terkait lainnya.
Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan terdapat 13 titik yang beririsan dengan aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan di sekitar jalur rel antara Stasiun Cigading dan Stasiun Krenceng.
Pemkot Cilegon mengajukan rencana peningkatan kapasitas gorong-gorong di sekitar jalur rel untuk memperlancar aliran air. Selain itu, pemerintah daerah juga menyampaikan rencana penggunaan alat berat berupa excavator yang akan melintasi jalur rel untuk mendukung pekerjaan penanganan banjir, sehingga memerlukan pengaturan teknis dan operasional yang cermat.
Prioritas Keselamatan dan Keandalan Jalur Rel
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa setiap pekerjaan yang beririsan langsung dengan jalur dan prasarana kereta api harus melalui kajian teknis, prosedur perizinan, serta pengaturan operasional.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan keandalan prasarana menjadi prioritas dalam setiap rencana pekerjaan,” ujar Franoto.
Koordinasi ini menunjukkan komitmen KAI dan Pemkot Cilegon untuk menjaga keamanan perjalanan kereta, sekaligus memastikan perlindungan masyarakat dan lingkungan sekitar dari risiko banjir.














