TEKNO

Siap-siap Bayar! Meta Uji Coba Langganan WhatsApp & Instagram Demi Pengembangan AI

8
×

Siap-siap Bayar! Meta Uji Coba Langganan WhatsApp & Instagram Demi Pengembangan AI

Sebarkan artikel ini
Meta Uji Coba Langganan WhatsApp dan Instagram untuk Dukung Pengembangan AI
Meta Uji Coba Langganan WhatsApp dan Instagram untuk Dukung Pengembangan AI

Media90 – Selama lebih dari satu dekade, miliaran pengguna di seluruh dunia menikmati layanan WhatsApp, Instagram, dan Facebook secara gratis. Namun, masa “bulan madu” digital tersebut tampaknya mulai mendekati akhir. Meta Platforms, induk perusahaan dari ketiga aplikasi itu, dikabarkan tengah bersiap melakukan langkah besar dengan menguji coba model berlangganan (subscription) untuk seluruh portofolio aplikasinya dalam beberapa bulan ke depan.

Kabar ini bukan sekadar rumor. Juru bicara Meta telah mengonfirmasi bahwa uji coba tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas pengguna melalui fitur-fitur eksklusif, khususnya yang berbasis kecerdasan buatan (AI).

Alasan di Balik Keputusan: Investasi AI yang Masif

Perubahan arah bisnis Meta dari yang sepenuhnya berbasis iklan menuju model langganan tak lepas dari ambisi besar Mark Zuckerberg di bidang AI. Meta diketahui tengah menggelontorkan dana dalam jumlah sangat besar untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan mereka.

Baca Juga:  Trik Menyusun Petunjuk bagi Generator AI Seni untuk Menciptakan Gambar Realistis

Salah satu langkah signifikan adalah akuisisi rangkaian alat AI-Agent dari perusahaan Manus, pengembang agen AI berbasis di Singapura yang disebut-sebut sebagai pesaing serius DeepSeek. Akuisisi yang terjadi pada Desember 2025 tersebut dikabarkan bernilai sekitar US$ 2 miliar atau setara Rp31 triliun.

Dengan biaya besar yang dikeluarkan—mulai dari akuisisi startup hingga perekrutan talenta AI kelas dunia—Meta membutuhkan sumber pendapatan baru yang lebih stabil dibandingkan iklan digital yang cenderung fluktuatif. Model berlangganan dinilai sebagai cara paling realistis untuk memonetisasi teknologi AI canggih yang mereka kembangkan.

Apa yang Didapat Pengguna Berbayar?

Bagi pengguna yang bersedia membayar, Meta menjanjikan pengalaman yang jauh lebih kaya dibanding versi gratis. Fokus utama layanan berlangganan ini adalah akses ke fitur Generative AI yang lebih luas, cerdas, dan mendalam.

Berikut gambaran fitur berbayar yang tengah diuji coba:

1. WhatsApp: Fokus Produktivitas dan Asisten Cerdas

Sebagai aplikasi pesan instan, WhatsApp akan mengandalkan teknologi AI Agent hasil akuisisi Manus.

Fitur utama:

  • Asisten AI Super Cerdas: Mampu merangkum percakapan grup yang panjang, menjadwalkan pertemuan, hingga membalas pesan bisnis secara otomatis dengan bahasa yang natural.
  • Manajemen Tugas Otomatis: Membantu memisahkan chat penting, membuat daftar tugas dari percakapan, serta mencari informasi relevan tanpa perlu keluar dari aplikasi.
Baca Juga:  Ini Dia Cara Memanfaatkan Ambient Mode di YouTube untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Santai!

Target pengguna: pebisnis, pekerja kantoran, dan pengguna dengan mobilitas tinggi.

2. Instagram: Fokus Kreativitas dan Visual

Untuk Instagram, Meta menitikberatkan pada teknologi Vibes dan Generative AI berbasis visual.

Fitur utama:

  • Akses Penuh Vibes: Pengguna dapat membuat video Reels hanya dengan perintah teks (text-to-video) atau mengedit video secara otomatis dengan bantuan AI.
  • Filter dan Edit Foto Premium: Fitur pengeditan lanjutan setara aplikasi profesional, namun langsung tersedia di Instagram.

Target pengguna: kreator konten, selebgram, dan pengguna aktif media sosial.

3. Facebook: Komunitas dan Informasi

Facebook diperkirakan akan menjadi gabungan dari kedua pendekatan di atas, mengingat platform ini memiliki fitur pesan dan konten video.

Fitur utama:

  • AI Writing Assistant untuk menulis status atau caption panjang.
  • Messenger AI Bot dengan fungsi serupa asisten WhatsApp.
  • Generator Konten untuk membuat gambar atau video unik bagi grup dan halaman.

Nasib Pengguna Gratisan

Pertanyaan besar yang langsung muncul adalah apakah WhatsApp dan Instagram akan sepenuhnya berbayar. Kabar baiknya, versi gratis dipastikan tetap ada. Meta menegaskan bahwa langganan hanya membuka akses ke fitur tambahan, sementara fungsi dasar tetap bisa digunakan tanpa biaya.

Baca Juga:  HP EliteBoard G1a: Keyboard Sekaligus PC Berotak Ryzen AI Pro yang Debut di CES 2026

Sebagai contoh, pengguna gratis mungkin hanya mendapat versi dasar fitur AI, sedangkan opsi lanjutan seperti pengeditan kompleks atau asisten cerdas penuh akan terkunci di balik paywall.

Berbeda dari Meta Verified

Model langganan baru ini juga perlu dibedakan dari layanan Meta Verified yang sudah diluncurkan sejak 2023. Meta Verified berfokus pada keamanan akun, lencana centang biru, serta dukungan pelanggan prioritas.

Sementara itu, langganan baru ini murni ditujukan untuk fitur produktivitas dan kreativitas berbasis AI. Artinya, di masa depan pengguna berpotensi memiliki dua jenis langganan berbeda: satu untuk keamanan akun, dan satu lagi untuk fitur AI canggih.

Tantangan di Pasar Indonesia

Langkah Meta ini menjadi pertaruhan besar, terutama di pasar sensitif harga seperti Indonesia. Meski WhatsApp dan Instagram memiliki basis pengguna yang sangat besar, kebiasaan menikmati layanan gratis bisa menjadi tantangan tersendiri.

Namun, bagi pelaku UMKM, pebisnis, dan kreator konten, fitur AI yang ditawarkan berpotensi menjadi investasi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas konten. Meta sendiri menyatakan akan terus mengumpulkan masukan pengguna selama masa uji coba sebelum memutuskan peluncuran global.

Apakah pengguna siap menyisihkan anggaran bulanan demi tetap produktif dan relevan di era AI? Tahun 2026 tampaknya akan menjadi momen penentuan, bukan hanya bagi Meta, tetapi juga bagi dompet digital para penggunanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *