Media90 – Memasuki awal tahun 2026, standar kebutuhan perangkat teknologi masyarakat mengalami pergeseran signifikan. Smartphone yang dua tahun lalu masih dianggap mumpuni kini mulai kewalahan menghadapi tuntutan aplikasi modern dan sistem operasi yang semakin kompleks. Bagi konsumen yang berencana mengganti ponsel dalam waktu dekat, memahami batas minimum spesifikasi menjadi hal krusial agar tidak terjebak membeli perangkat yang cepat usang atau mengalami penurunan performa dalam waktu singkat.
Pemilihan spesifikasi kini bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan kebutuhan untuk menjaga produktivitas harian tetap lancar. Lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada berbagai aplikasi menuntut prosesor yang lebih bertenaga serta manajemen daya yang efisien. Karena itu, calon pembeli disarankan tidak hanya tergiur desain atau harga murah, melainkan menelaah lebih dalam spesifikasi inti yang ditawarkan sebuah smartphone.
Spesifikasi HP yang Perlu Dihindari di Tahun 2026
Agar pengalaman penggunaan tetap nyaman dan relevan untuk jangka panjang, berikut beberapa spesifikasi yang sebaiknya tidak lagi menjadi pilihan di tahun 2026.
RAM 4 GB atau Lebih Rendah
Pada 2026, RAM 4 GB sudah tidak memadai untuk menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan. Sistem operasi dan aplikasi modern membutuhkan ruang memori besar, sehingga RAM kecil akan membuat ponsel sering lag atau aplikasi tertutup sendiri. Untuk penggunaan harian yang lancar, pilih smartphone dengan RAM minimal 8 GB.
Penyimpanan Internal di Bawah 128 GB
Ukuran aplikasi dan pembaruan sistem terus meningkat dari waktu ke waktu. Kapasitas 64 GB diperkirakan akan penuh hanya dalam beberapa bulan pemakaian. Meski kartu microSD dapat menyimpan foto dan video, sebagian besar aplikasi tetap harus dipasang di memori internal. Ruang penyimpanan yang hampir penuh juga dapat menurunkan performa sistem secara signifikan. Idealnya, pilih smartphone dengan memori internal minimal 128 GB.
Layar dengan Refresh Rate Rendah
Standar visual smartphone pada 2026 telah bergeser ke panel dengan refresh rate tinggi. Bahkan di kelas entry-level, layar 90Hz sudah menjadi standar minimum. Layar dengan refresh rate rendah akan terasa kurang responsif, membuat navigasi kaku, serta lebih melelahkan mata saat digunakan dalam waktu lama.
Baterai di Bawah 5.000 mAh Tanpa Fast Charging
Penggunaan jaringan 5G dan aplikasi berat membuat konsumsi daya semakin besar. Smartphone dengan baterai kecil berisiko tidak bertahan seharian. Selain kapasitas, kecepatan pengisian daya juga menjadi faktor penting. Hindari ponsel dengan pengisian di bawah 18W. Saat ini, standar yang lebih ideal adalah fast charging minimal 33W agar waktu pengisian tidak terlalu lama.
Chipset Lawas dengan Performa Terbatas
Aplikasi modern kini banyak mengandalkan pemrosesan AI, baik untuk kamera, asisten virtual, maupun pengolahan data. Chipset generasi lama umumnya belum memiliki unit pemrosesan AI yang memadai, sehingga performa terasa lambat dan boros daya. Untuk penggunaan jangka panjang, sebaiknya pilih smartphone dengan chipset yang sudah mendukung fitur AI secara optimal dan memiliki efisiensi daya yang baik.
Pilih Smartphone untuk Kebutuhan Masa Depan
Calon konsumen sebaiknya tidak terburu-buru membeli ponsel hanya karena harga murah. Perkembangan teknologi yang sangat cepat di 2026 menuntut kecermatan dalam memilih spesifikasi agar perangkat tetap relevan selama beberapa tahun ke depan. Dengan memastikan smartphone memenuhi standar minimum performa saat ini, pengguna dapat menghindari kerugian akibat masa pakai perangkat yang terlalu singkat.
Pada akhirnya, prioritaskan fungsionalitas, performa, dan ketahanan spesifikasi agar aktivitas digital sehari-hari tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.














