TEKNO

Windows Lemot? Begini Cara Membuatnya Lebih Kencang Tanpa Upgrade Hardware

7
×

Windows Lemot? Begini Cara Membuatnya Lebih Kencang Tanpa Upgrade Hardware

Sebarkan artikel ini
Windows Terasa Lemot? Begini Cara Mempercepatnya Tanpa Ganti RAM atau SSD
Windows Terasa Lemot? Begini Cara Mempercepatnya Tanpa Ganti RAM atau SSD

Media90 – Bagi pengguna PC dengan spesifikasi terbatas, melakukan upgrade besar seperti prosesor atau RAM memang bisa meningkatkan performa secara signifikan. Namun, jika perangkat masih cukup layak digunakan untuk beberapa tahun ke depan, langkah yang lebih bijak adalah mengoptimalkan pengaturan bawaan Windows. Tanpa mengeluarkan biaya tambahan, sejumlah fitur tersembunyi di Windows sebenarnya dapat membuat sistem berjalan lebih ringan dan responsif.

Mengutak-atik pengaturan ini bukan sekadar trik sederhana, melainkan cara efektif untuk memperpanjang usia perangkat sekaligus menjaga stabilitas sistem. Windows dirancang dengan berbagai opsi yang memungkinkan pengguna menyeimbangkan performa dan efisiensi daya. Dengan pengaturan yang tepat, aktivitas harian bisa terasa lebih cepat dan konsisten.

Power Plan dan Dampaknya pada Performa

Windows menyediakan fitur Power Plan untuk mengatur konsumsi daya dan kinerja sistem. Secara default, Windows menggunakan mode Balanced karena lebih hemat energi, terutama pada laptop. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan performa, mode High Performance bisa menjadi pilihan.

Baca Juga:  Google Year in Search 2025: Simak Topik yang Paling Dicari Warga Indonesia

Saat mode ini diaktifkan, prosesor dan komponen lain akan bekerja lebih agresif sehingga aplikasi berat dapat berjalan lebih lancar. Meski konsumsi listrik dan suhu perangkat cenderung meningkat, Microsoft menyebut bahwa pengaturan daya memiliki pengaruh langsung terhadap kecepatan respons sistem.

Startup Apps, Penyebab PC Terasa Lambat Sejak Dinyalakan

Aplikasi yang berjalan otomatis saat PC dinyalakan sering kali menjadi penyebab utama booting terasa lama. Windows menyediakan tab Startup Apps di Task Manager yang menampilkan daftar aplikasi beserta dampaknya terhadap waktu startup.

Dengan menonaktifkan aplikasi yang tidak penting, proses booting bisa jauh lebih cepat dan penggunaan RAM menjadi lebih efisien. Banyak aplikasi menambahkan dirinya ke daftar startup tanpa disadari pengguna, sehingga pemeriksaan rutin sangat dianjurkan.

Storage Sense untuk Menjaga Performa Penyimpanan

Meski SSD terkenal cepat, performanya tetap dapat menurun jika ruang penyimpanan terlalu penuh. Untuk mengatasinya, Windows menyediakan fitur Storage Sense yang mampu membersihkan file sementara, mengosongkan Recycle Bin, hingga mengatur folder Downloads secara otomatis.

Baca Juga:  Menemukan Panjang Kabel Charger Ponsel yang Tepat

Microsoft merekomendasikan agar pengguna menyisakan setidaknya 10 persen ruang kosong pada SSD agar performa baca-tulis tetap stabil. Dengan Storage Sense aktif, sistem dapat bekerja lebih lancar tanpa hambatan akibat penyimpanan yang sesak.

Mengendalikan Aplikasi yang Berjalan di Latar Belakang

Aplikasi dari Microsoft Store sering kali tetap aktif di latar belakang meskipun tidak digunakan. Kondisi ini dapat menguras RAM dan mempercepat konsumsi baterai, terutama pada laptop.

Windows memungkinkan pengguna mencabut izin aktivitas latar belakang melalui menu Advanced Options pada masing-masing aplikasi. Dengan mengatur izin tersebut menjadi Never, aplikasi tidak lagi berjalan otomatis, sehingga sistem menjadi lebih ringan dan responsif.

Mempercepat Fitur Pencarian Windows

Fitur pencarian Windows juga dapat memengaruhi performa jika area pemindaian terlalu luas. Untuk mempercepatnya, pengguna dapat mengubah pengaturan Find My Files menjadi mode Classic, sehingga Windows hanya memindai folder tertentu.

Folder besar yang jarang digunakan juga bisa dikecualikan dari proses pencarian. Langkah ini membantu mengurangi beban pemindaian dan membuat hasil pencarian muncul lebih cepat.

Baca Juga:  Melangkah dengan Keputusan Bijak, Apple Pilih 'Twitter' untuk App Store: Bukan X, Ini Penyebabnya!

Visual Effects dan Respons Sistem

Windows memiliki berbagai efek visual seperti animasi dan transparansi yang membuat tampilan terlihat menarik. Namun, efek ini dapat membebani prosesor dan RAM, terutama pada PC dengan spesifikasi terbatas.

Pengguna dapat menyesuaikan pengaturan ini melalui menu Performance Options dengan memilih Adjust for Best Performance. Dengan menonaktifkan efek visual yang tidak perlu, sistem akan terasa lebih responsif meskipun tampilannya menjadi lebih sederhana.

Mengapa Optimasi Lebih Efektif daripada Upgrade Kecil

Upgrade kecil seperti menambah sedikit RAM atau mengganti SSD ke versi yang sedikit lebih cepat sering kali tidak memberikan peningkatan performa yang signifikan. Sebaliknya, mengoptimalkan pengaturan Windows langsung menyentuh aspek penggunaan sehari-hari yang paling terasa.

Dengan memanfaatkan fitur bawaan sistem operasi, pengguna bisa merasakan peningkatan performa tanpa biaya tambahan dan tanpa risiko kompatibilitas hardware.

Langkah Bijak untuk Performa Maksimal

Mengoptimalkan pengaturan Windows adalah solusi praktis bagi pengguna PC lawas yang ingin menjaga performa tetap optimal. Power Plan, Startup Apps, Storage Sense, pengaturan aplikasi latar belakang, optimasi pencarian, hingga penyesuaian efek visual adalah fitur yang sering diabaikan, padahal dampaknya sangat nyata.

Dengan memanfaatkan fitur-fitur tersebut secara tepat, pengguna tidak hanya memperpanjang usia perangkat, tetapi juga memastikan pengalaman penggunaan yang lebih lancar dan efisien dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *