TEKNO

WhatsApp Dituding Tidak Aman, Musk dan Durov Soroti Dugaan Celah Privasi di 2026

8
×

WhatsApp Dituding Tidak Aman, Musk dan Durov Soroti Dugaan Celah Privasi di 2026

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Disorot Soal Keamanan, Musk dan Durov Singgung Celah Privasi 2026
WhatsApp Disorot Soal Keamanan, Musk dan Durov Singgung Celah Privasi 2026

Media90 – Standar keamanan WhatsApp kini berada di bawah sorotan tajam setelah dua tokoh paling berpengaruh di dunia teknologi, Elon Musk dan Pavel Durov, secara terbuka mempertanyakan tingkat keamanan platform pesan instan milik Meta tersebut. Kritik ini mencuat di tengah mencuatnya gugatan hukum class action yang baru saja diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di San Francisco.

Gugatan tersebut mengguncang kepercayaan publik karena menuding adanya celah privasi yang memungkinkan pihak internal Meta mengakses komunikasi pribadi pengguna, meskipun WhatsApp selama ini mengklaim menggunakan enkripsi end-to-end secara menyeluruh. Isu ini menjadi sangat krusial di awal 2026, mengingat WhatsApp digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia untuk komunikasi personal hingga urusan sensitif.

Serangan verbal yang dilontarkan Musk dan Durov secara bersamaan mengisyaratkan adanya keraguan serius terhadap transparansi Meta dalam menjaga kerahasiaan data. Polemik ini tidak hanya mengancam reputasi WhatsApp sebagai pemimpin pasar aplikasi pesan instan, tetapi juga memicu kembali perdebatan besar tentang batas privasi digital di era dominasi perusahaan teknologi raksasa.

Baca Juga:  Stable Diffusion: Intel Core Ultra PC Menjadi Lebih Optimal dengan Model AI Terbaru

Gugatan Pelanggaran Privasi

Gugatan hukum setebal 51 halaman tersebut diajukan oleh sekelompok penggugat lintas negara, termasuk dari Australia, India, dan Brasil. Dalam dokumennya, para penggugat menilai klaim keamanan WhatsApp selama ini menyesatkan.

Inti tuduhan berfokus pada dugaan adanya mekanisme internal yang memungkinkan karyawan Meta mengakses pesan WhatsApp pengguna melalui sistem khusus. Disebutkan bahwa seorang staf internal cukup mengajukan permintaan ke tim engineer untuk memperoleh akses ke percakapan tertentu dengan alasan operasional. Jika terbukti, praktik ini dinilai bertentangan langsung dengan narasi enkripsi end-to-end yang selama ini diunggulkan WhatsApp.

Respons Tajam dari Elon Musk dan Pavel Durov

CEO Telegram, Pavel Durov, menjadi tokoh pertama yang bereaksi keras. Melalui unggahan di media sosial, ia menyatakan skeptisisme terhadap klaim keamanan WhatsApp dan menyebut tidak masuk akal untuk mempercayai platform tersebut di tahun 2026.

Durov mengklaim bahwa setelah menganalisis implementasi enkripsi WhatsApp, tim Telegram menemukan sejumlah potensi celah yang dinilai berbahaya. Ia juga menyinggung rekam jejak WhatsApp yang disebutnya memiliki sejarah panjang terkait kerentanan keamanan data.

Baca Juga:  Menonaktifkan Penyimpanan Otomatis Foto dan Video WhatsApp di Android dan iPhone

Pernyataan Durov segera mendapat dukungan dari Elon Musk. Pemilik platform X itu secara terbuka mengonfirmasi pandangan tersebut dan menyatakan bahwa WhatsApp memang tidak aman. Bahkan, Musk melangkah lebih jauh dengan ikut mempertanyakan tingkat keamanan Signal, aplikasi yang selama ini dikenal luas sebagai standar emas dalam komunikasi privat.

Dalam momentum ini, Musk turut mempromosikan layanan miliknya sendiri, X Chat, sebagai alternatif komunikasi yang lebih aman bagi pengguna yang mulai meragukan integritas platform di bawah naungan Meta.

Bantahan Tegas dari Pihak WhatsApp

Menanggapi tudingan tersebut, Head of WhatsApp Will Cathcart langsung mengeluarkan bantahan resmi. Ia menyebut tuduhan Musk dan isi gugatan hukum tersebut sebagai klaim keliru dan menyesatkan.

Cathcart menegaskan bahwa kunci enkripsi WhatsApp disimpan secara lokal di perangkat pengguna, sehingga Meta tidak memiliki akses teknis untuk membaca isi pesan. Ia juga menyerang balik dengan menyebut gugatan tersebut sebagai upaya mencari perhatian media, serta menyinggung bahwa firma hukum penggugat pernah terlibat dalam pembelaan terhadap produsen spyware Pegasus.

Baca Juga:  SpaceX Sukses Luncurkan 140 Muatan ke Orbit melalui Misi Transporter-15

Pernyataan serupa disampaikan juru bicara WhatsApp, Andy Stone, yang menegaskan bahwa WhatsApp menggunakan protokol enkripsi Signal yang telah diuji dan diaudit selama lebih dari satu dekade. Menurut Meta, setiap klaim yang menyebut pesan WhatsApp dapat diakses pihak internal adalah fiksi tanpa dasar teknis yang valid. Perusahaan menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk melindungi reputasinya.

Persaingan Keamanan di Era Digital

Kekompakan Elon Musk dan Pavel Durov dalam mengkritik WhatsApp menandai semakin ketatnya persaingan antar platform dalam memperebutkan kepercayaan privasi pengguna. Meski hingga kini tuduhan mengenai akses internal Meta belum disertai bukti teknis yang dipublikasikan secara luas, tekanan publik terhadap Meta semakin meningkat.

Bagi pengguna, polemik ini menjadi pengingat bahwa tidak ada platform yang sepenuhnya kebal dari risiko, baik akibat celah sistem internal maupun serangan pihak ketiga. Memperbarui aplikasi secara rutin, mengaktifkan fitur keamanan tambahan, serta berhati-hati terhadap file dan tautan mencurigakan tetap menjadi langkah paling realistis untuk menjaga keamanan data pribadi di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *