NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,9 Km dan Aktivitas Gempa Masih Tinggi

10
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,9 Km dan Aktivitas Gempa Masih Tinggi

Sebarkan artikel ini
Waspada Merapi! Guguran Lava Luncur Hingga 1,9 Km, Warga Diminta Menjauh
Waspada Merapi! Guguran Lava Luncur Hingga 1,9 Km, Warga Diminta Menjauh

Media90 – Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pengamatan terbaru, terdeteksi guguran lava yang meluncur ke sejumlah alur sungai dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Meski tidak teramati asap kawah, kondisi puncak gunung tertutup kabut tebal dan cuaca mendung sehingga pemantauan visual menjadi terbatas. Arah angin terpantau tenang mengarah ke timur. Namun demikian, suplai magma dinilai masih berlangsung, sehingga potensi bahaya erupsi masih tetap ada.

Guguran Lava Teramati, Ini Arah dan Jarak Luncurnya

Dalam periode pengamatan, tercatat dua kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat/Putih. Fenomena ini menegaskan bahwa material pijar masih bergerak di tubuh Gunung Merapi.

Baca Juga:  Video Latihan Polisi Viral karena Akting Total Seorang Anggota Dalmas

Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG), terutama jika dipicu oleh curah hujan tinggi yang dapat mempercepat runtuhan material lava di kubah atau lidah lava.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Data seismik menunjukkan aktivitas internal Gunung Merapi yang masih cukup intens. Tercatat beberapa jenis gempa dengan rincian sebagai berikut:

  • 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–29 mm dan durasi 33,64–178,78 detik
  • 17 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–23 mm dan durasi 14,36–52,65 detik
  • 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3–6 mm dan durasi 46,31–123,63 detik

Pola kegempaan ini mengindikasikan bahwa pergerakan dan tekanan material magma di dalam gunung masih berlangsung aktif.

Baca Juga:  Pemerintah Mengumumkan: Iduladha 1444 Hijriah Tepat pada Kamis, 29 Juni 2023 Setelah Sidang Isbat

Kondisi Cuaca dan Klimatologi di Sekitar Merapi

Cuaca di kawasan Gunung Merapi terpantau mendung dengan tingkat kelembaban yang sangat tinggi. Parameter klimatologi tercatat sebagai berikut:

  • Suhu udara berkisar antara 18,1–20,5 derajat Celsius
  • Kelembaban udara mencapai 98–99,9 persen
  • Tekanan udara berada pada kisaran 873,4–916,8 mmHg

Kelembaban yang tinggi meningkatkan potensi bahaya lahar hujan dan awan panas guguran apabila terjadi hujan di sekitar puncak dan lereng gunung.

Zona Bahaya dan Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Potensi bahaya Gunung Merapi saat ini meliputi beberapa sektor utama, antara lain:

  • Sektor selatan–barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km)
  • Sektor tenggara: Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km)
  • Lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius hingga 3 km dari puncak
Baca Juga:  Ketua YJI Lampung Selatan Memimpin Aksi Senam Jantung Bersama Masyarakat Merbau Mataram

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di seluruh zona potensi bahaya serta tetap mematuhi rekomendasi pihak berwenang demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *