NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,6 Kilometer

10
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,6 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,6 Km
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Capai 1,6 Km

Media90 – Gunung Merapi kembali menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik. Meski puncak gunung tertutup kabut dengan intensitas 0–III dan tidak teramati asap kawah, pemantauan visual serta instrumental mencatat adanya guguran lava disertai peningkatan aktivitas kegempaan.

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Merapi terpantau mendung dengan arah angin tenang menuju timur. Situasi ini membuat potensi dampak abu vulkanik tetap perlu diantisipasi oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api tersebut.

Guguran Lava Mengarah ke Kali Bebeng

Dalam periode pengamatan terbaru, tercatat satu kali guguran lava yang meluncur ke arah Kali Bebeng. Jarak luncur maksimum guguran tersebut mencapai sekitar 1.600 meter dari puncak.

Baca Juga:  Penerima PBAPK-PKMM 2023: Kemdikbudristek RI Memilih Prodi Bisnis Digital dan Prodi DKV IIB Darmajaya

Fenomena ini mengindikasikan bahwa aktivitas efusif Gunung Merapi masih berlangsung, terutama pada sektor selatan hingga barat daya yang selama ini menjadi jalur utama aliran lava guguran.

Aktivitas Kegempaan Masih Tinggi

Berdasarkan hasil pemantauan seismik, aktivitas kegempaan Gunung Merapi terpantau cukup intens. Rinciannya, tercatat 14 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–24 milimeter dan durasi 55,18 hingga 173,7 detik.

Selain itu, terekam pula 25 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–26 milimeter dan durasi antara 9,55 hingga 60,71 detik. Pada gempa jenis ini, selisih waktu S–P tidak teramati.

Data tersebut memperkuat indikasi bahwa suplai magma menuju permukaan masih berlangsung, sehingga potensi terjadinya bahaya lanjutan tetap perlu diwaspadai.

Baca Juga:  Penyebab Kematian Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur: Tim Dokter Sedang Mengungkap Rahasianya!

Kondisi Cuaca dan Potensi Lahar

Secara klimatologis, wilayah Gunung Merapi berada dalam kondisi cuaca mendung dengan suhu udara berkisar antara 18,2 hingga 20,5 derajat Celsius. Tingkat kelembaban udara terpantau sangat tinggi, yakni antara 96,9 hingga 100 persen, dengan tekanan udara berkisar 873,2 hingga 916,8 mmHg.

Kombinasi curah hujan yang tinggi dan material vulkanik yang masih labil berpotensi memicu terjadinya lahar, terutama di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.

Zona Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Masyarakat diminta untuk memperhatikan dan mematuhi rekomendasi zona bahaya Gunung Merapi, khususnya di wilayah berikut:

Sektor Selatan – Barat Daya

  • Sungai Boyong: maksimal 5 kilometer
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng: maksimal 7 kilometer
Baca Juga:  Ini Dia Pesona Diskusi Bersama Rektor dan Dekan IIB Darmajaya, International Office Mengajak Mahasiswa Menyambangi Negeri Asing!

Sektor Tenggara

  • Sungai Woro: maksimal 3 kilometer
  • Sungai Gendol: maksimal 5 kilometer

Selain itu, apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Imbauan untuk Masyarakat

Seiring aktivitas Gunung Merapi yang masih fluktuatif, masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau untuk:

  • Tidak melakukan aktivitas apapun di daerah berpotensi bahaya
  • Mewaspadai ancaman awan panas guguran dan lahar, terutama saat hujan
  • Mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari
  • Mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang

Apabila terjadi perubahan signifikan pada aktivitas Gunung Merapi, status aktivitas gunung akan segera ditinjau kembali oleh otoritas terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *