NASIONAL

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Perairan Tanimbar, Getaran Dirasakan Warga Saumlaki

9
×

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Perairan Tanimbar, Getaran Dirasakan Warga Saumlaki

Sebarkan artikel ini
Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Perairan Tanimbar, Getaran Terasa di Saumlaki
Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Perairan Tanimbar, Getaran Terasa di Saumlaki

Media90 – Getaran gempa bumi sempat dirasakan warga Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Sabtu dini hari, 7 Februari 2026. Meski terasa, gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang.

Berdasarkan laporan, getaran yang dirasakan berada pada skala II MMI, yang berarti hanya dirasakan oleh beberapa orang, dengan benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Waktu Kejadian dan Lokasi Episentrum

Gempa tercatat terjadi pada pukul 04.20.16 WIB, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 118 kilometer barat laut Kepulauan Tanimbar. Secara geografis, episentrum terletak pada koordinat:

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah, Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Sejak Dini Hari
  • 7,82° Lintang Selatan
  • 130,25° Bujur Timur

Wilayah laut di sekitar Tanimbar memang dikenal sebagai salah satu zona aktif kegempaan di Indonesia bagian timur.

Kekuatan dan Kedalaman Gempa

Gempa ini memiliki:

  • Magnitudo: 5,9
  • Kedalaman: 100 kilometer

Dengan kedalaman menengah, energi gempa tidak terlalu merusak di permukaan, namun masih dapat dirasakan di wilayah terdekat dari pusat gempa.

Status Tsunami dan Imbauan

Hingga laporan ini disusun, gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat di Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya diimbau untuk:

  • Tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
  • Memastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman
  • Terus memantau informasi resmi terkait aktivitas kegempaan
Baca Juga:  Gas Beracun Fosfin Ditemukan di Katai Coklat Wolf 1130C, Ilmuwan Ungkap Implikasinya bagi Pencarian Kehidupan

Indonesia Timur Rawan Gempa

Sebagai negara yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik, wilayah Indonesia timur, termasuk Maluku, memiliki tingkat aktivitas gempa yang cukup tinggi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko saat gempa terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *