UMUM

Viral di Threads, Mantan Sopir Artis Curhat Diperlakukan Kasar dan Tekanan Mental Berat

8
×

Viral di Threads, Mantan Sopir Artis Curhat Diperlakukan Kasar dan Tekanan Mental Berat

Sebarkan artikel ini
Curhatan Mantan Sopir Artis Viral, Ngaku Alami Kekerasan dan Gangguan Mental
Curhatan Mantan Sopir Artis Viral, Ngaku Alami Kekerasan dan Gangguan Mental

Media90 – Media sosial Threads tengah diramaikan oleh utas viral yang mengungkap pengalaman pahit seorang pria yang mengaku sebagai mantan sopir artis ternama.

Curhatan tersebut menarik perhatian netizen karena menyinggung isu sensitif mengenai perlakuan tidak manusiawi, jam kerja ekstrem, dan tekanan mental yang dialami pekerja pribadi artis.

Keputusan Mengundurkan Diri demi Kesehatan Mental

Pria itu mengaku kini telah resmi mengundurkan diri dari pekerjaannya. Meski belum mendapatkan pekerjaan baru, ia merasa keputusan tersebut adalah langkah terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan harga diri.

Baca Juga:  Arti Mimpi Bertemu Buaya, Benarkah Pertanda Luar Biasa Menguntungkan?

“Gue lebih mementingkan value dan ketenangan diri daripada ngebatin dan tegang setiap kerja sama dia,” tulisnya dalam unggahan Threads.

Ia menekankan bahwa tekanan yang dirasakan selama bekerja tidak hanya secara fisik, tetapi juga menguras emosi dan pikiran setiap hari.

Awal Mula Konflik

Kisah ini bermula ketika sang sopir mempertanyakan hak gajinya yang jatuh pada tanggal merah. Namun, alih-alih mendapat penjelasan profesional, ia menerima jawaban bernada merendahkan. Ucapan sang majikan tersebut dianggap netizen sebagai bentuk arogansi, karena menegaskan kuasa sepihak tanpa mempertimbangkan posisi pekerja.

Situasi semakin memanas ketika sang artis tiba-tiba menyuruh sopir menepi dan turun di pinggir jalan tanpa alasan jelas. Setelah sopir berjalan menjauh, artis tersebut kembali menghampirinya dengan mobil dan melontarkan kata-kata kasar.

Baca Juga:  Denada Akhirnya Akui Ressa Rossano Anak Kandung, Ungkap Penyesalan Mendalam

“Tiba-tiba dia marah makin nggak karuan. Konteksnya nggak nyambung,” tulis sopir itu, mengungkap kebingungannya atas kemarahan sang majikan.

Jam Kerja Panjang dan Beban Berat

Tak hanya soal perlakuan verbal, beban kerja yang dialami disebut sangat berat. Ia harus bersiap sejak pukul 08.00 pagi dan baru bisa pulang tengah malam, bahkan hingga pukul 02.00 dini hari. Setibanya di rumah, ia masih diwajibkan mencuci dan membersihkan mobil tanpa boleh menunggu esok hari, dan jam kerja panjang tersebut tidak pernah dihitung sebagai lembur.

“Capeknya bukan di fisik doang. Capek di kepala dan capek di hati,” tulisnya.

Respons Netizen

Utas tersebut kini telah dibagikan ulang dan memicu diskusi luas tentang batas profesionalitas, hak pekerja, dan etika majikan, terutama ketika berhadapan dengan figur publik.

Baca Juga:  Rahasia Terungkap! Trik Menjawab Tebak Kata Tantangan Harian SHOPEE 23 Agustus 2023: Jangan Lewatkan Hadiahnya!

Banyak netizen menyuarakan empati, sekaligus mengingatkan pentingnya memperlakukan pekerja dengan manusiawi, apa pun status sosialnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *