Media90 – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus melakukan penanganan dan perbaikan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta–Cikampek sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Di tengah curah hujan yang masih cukup tinggi, JTT memastikan seluruh upaya perbaikan dilakukan tanpa menghentikan operasional jalan tol yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Cuaca dengan intensitas hujan tinggi diketahui berdampak pada kondisi perkerasan jalan di sejumlah titik. Meski demikian, JTT menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda penanganan. Perbaikan dilaksanakan secara bertahap, terukur, serta disertai pengaturan lalu lintas yang ketat agar jalan tol tetap dapat dilalui dengan aman.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, pada Sabtu, 31 Januari 2026, JTT melaksanakan pekerjaan penanganan jalan di 128 titik pada Jalur A arah Cikampek dengan cakupan KM 28+800 hingga KM 63+580. Sementara di Jalur B arah Jakarta, perbaikan dilakukan di 112 titik dengan cakupan KM 73+750 hingga KM 11+650.
Kemudian pada Minggu, 1 Februari 2026, JTT kembali melanjutkan penanganan di 204 titik Jalur A dengan cakupan KM 02+250 hingga KM 46+250, serta 154 titik di Jalur B arah Jakarta dengan cakupan KM 57+550 hingga KM 07+200. Seluruh titik yang telah diperbaiki terus dipantau secara intensif melalui inspeksi lapangan rutin untuk memastikan kondisi jalan tetap laik dan aman dilintasi.
Pada hari ini, Senin, 2 Februari 2026, JTT kembali melanjutkan pekerjaan patching di 47 titik Jalur A arah Cikampek dengan cakupan KM 24+000 hingga KM 66+570, serta 40 titik di Jalur B arah Jakarta dari KM 44+700 hingga KM 02+700. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengamanan sesuai standar operasional serta pengaturan lalu lintas yang terkoordinasi guna meminimalkan dampak terhadap kelancaran perjalanan pengguna jalan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa JTT memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama proses perbaikan berlangsung. Oleh karena itu, selain melakukan penanganan jalan, JTT juga menyiagakan personel operasional di lapangan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi jalan yang memerlukan penanganan lanjutan.
“Perbaikan tetap kami lakukan meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan lalu lintas yang padat. Jalan tol harus tetap beroperasi, dan di saat yang sama keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikompromikan. Inilah keseimbangan yang terus kami jaga,” ujar Ria.
Ia menambahkan bahwa strategi operasional terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar pekerjaan perbaikan dapat berjalan efektif dengan dampak seminimal mungkin terhadap arus lalu lintas, tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan dan aspek keselamatan.
Sebagai bagian dari komitmen layanan, JTT juga memperkuat koordinasi internal, memastikan kesiapan peralatan dan material, serta mengoptimalkan fasilitas keselamatan jalan dan layanan informasi bagi pengguna jalan.
JTT menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas, khususnya saat melintasi area pekerjaan dan dalam kondisi hujan.
Selain itu, JTT mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menyampaikan laporan dan informasi terkait kondisi jalan. Masukan tersebut dinilai sangat membantu dalam percepatan penanganan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk perlindungan kepada pengguna jalan, JTT juga menegaskan bahwa penggantian kerugian dapat dilakukan apabila kerusakan kendaraan terbukti disebabkan oleh kondisi jalan tol, dengan catatan seluruh prosedur dan ketentuan yang berlaku telah dipenuhi. Untuk pelaporan dan tindak lanjut, pengguna jalan dapat menghubungi petugas di lapangan, One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 14080, atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android.














