Media90 – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Lampung sepakat menjalin kolaborasi dalam pengembangan sport ecotourism di kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.
Kesepakatan tersebut terjalin dalam kegiatan kolaborasi penanaman 400 bibit pohon di Taman Kehati Lampung yang berada di kawasan Kotabaru, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi antara olahraga prestasi dan olahraga rekreasi berbasis kelestarian lingkungan.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar untuk pengembangan olahraga outdoor. Oleh karena itu, konsep sport ecotourism dinilai sangat penting untuk dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan olahraga berkelanjutan di Lampung.
“Ke depan, kami akan membangun sport ecotourism secara bertahap dan terkoordinasi. Pemanfaatan lahan akan disesuaikan dengan pengembangan cabang olahraga yang ada,” ujar Taufik.
Menurutnya, kawasan Kotabaru memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat olahraga berbasis lingkungan. Kontur daratan yang luas serta keberadaan embung menjadikan kawasan ini ideal untuk berbagai cabang olahraga luar ruang maupun olahraga air.
“Saat ini sudah ada 17 cabang olahraga yang siap berkolaborasi. Dalam waktu dekat, cabang olahraga berkuda dan paramotor menjadi yang paling siap untuk memulai aktivitas di kawasan ini,” katanya.
Terkait fasilitas, Taufik menambahkan bahwa KONI Lampung akan segera menindaklanjuti rencana tersebut dengan mendesain lapangan dan sarana latihan sesuai standar teknis masing-masing cabang olahraga.
Sementara itu, Ketua Umum KORMI Lampung, Anshori Djausal, mengungkapkan bahwa Taman Kehati Kotabaru pada dasarnya merupakan kawasan konservasi keanekaragaman hayati. Namun, kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti wisata, edukasi, dan olahraga yang tetap berorientasi pada kelestarian lingkungan.
“Saat ini berkembang konsep sport tourism. Ini akan kami dorong untuk dikembangkan di Lampung, seperti halnya event Tour de Singkarak. Selain olahraga, dampaknya juga diharapkan mampu menggerakkan sektor perekonomian,” ungkap Anshori.
Ia menegaskan bahwa pengembangan sport ecotourism harus dilakukan dengan konsep dan perencanaan yang matang. Menurutnya, pembangunan fasilitas wisata tidak boleh dilakukan secara asal, agar sarana yang dibangun benar-benar bermanfaat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi KONI dan KORMI Lampung ini, diharapkan kawasan Kotabaru dapat berkembang menjadi destinasi sport ecotourism unggulan yang mengintegrasikan olahraga, pariwisata, dan pelestarian lingkungan di Provinsi Lampung.














