OTOMOTIF

Insentif Mobil Listrik Dihentikan, Produsen Akui Dukungan Pemerintah Masih Dibutuhkan

8
×

Insentif Mobil Listrik Dihentikan, Produsen Akui Dukungan Pemerintah Masih Dibutuhkan

Sebarkan artikel ini
Meski Dihentikan, Produsen Akui Insentif Mobil Listrik Masih Dibutuhkan
Meski Dihentikan, Produsen Akui Insentif Mobil Listrik Masih Dibutuhkan

Media90 – Pemerintah Indonesia resmi menghentikan insentif mobil listrik pada akhir 2025. Insentif yang dihentikan tersebut meliputi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen serta pembebasan bea masuk 0 persen untuk mobil listrik berstatus Completely Built Up (CBU) maupun Completely Knock Down (CKD).

Padahal, keputusan ini diambil di tengah tren peningkatan penjualan mobil listrik yang cukup signifikan di Tanah Air sepanjang tahun lalu.

Penjualan Mobil Listrik Melonjak

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik secara wholesales (dari pabrik ke diler) sepanjang 2025 mencapai 103.931 unit. Angka ini melonjak hingga 141 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat penjualan sekitar 43 ribu unit.

Baca Juga:  Meluncur di Awan: Wuling Cloud EV Siap Mengudara Pertengahan Mei, Pesanan Siap Dikirim!

Lonjakan tersebut dinilai tidak lepas dari peran kebijakan dan insentif yang selama ini diberikan pemerintah.

Menurut Patia Jungjungan Monangdo, Ketua Tim Kerja Industri KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) Kementerian Perindustrian, insentif menjadi faktor utama di balik pesatnya pertumbuhan penjualan mobil listrik.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebijakan dan insentif pemerintah mulai membuahkan hasil. Tren ini menjadi indikasi kuat bahwa transisi menuju transportasi rendah emisi di Indonesia sedang berjalan dengan arah yang tepat,” ujar Patia dalam acara Dialog Industri Otomotif Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Mobil Listrik Jadi Motor Penjualan

Pandangan serupa juga disampaikan Josua Pardede, Pengamat Ekonomi, yang menyebut mobil listrik menjadi pendorong utama penjualan mobil nasional pada kuartal keempat 2025.

“Di kuartal keempat 2025, terjadi perbaikan kinerja penjualan kendaraan penumpang. Dorongan terbesar berasal dari peningkatan penjualan BEV (Battery Electric Vehicle), di mana tumbuh lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu,” jelas Josua.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari keberadaan insentif mobil listrik yang membuat harga lebih kompetitif di pasar.

Produsen Masih Menunggu Insentif

Dari sisi pelaku industri, Davy J. Tuilan, Deputy CEO of Sales and Network Development VinFast Indonesia, menilai insentif mobil listrik masih sangat penting untuk pengembangan bisnis di Indonesia. Ia tidak menampik bahwa pihaknya berharap insentif tersebut bisa kembali dihadirkan.

“Kami dari VinFast sangat menunggu dan menghargai supaya insentif itu bisa keluar dan diumumkan, kalau bisa sebelum Lebaran untuk membangun bisnis di Indonesia. Di sisi lain, kami juga fokus kepada ekosistem VinGroup dan line-up produk roda empat, roda dua, dan bus,” kata Davy.

Menurutnya, insentif sangat berpengaruh terhadap strategi harga di pasar.

“Insentif ini menurut saya lebih bermuara ke strategi harga. Jadi buat kami, insentif itu memang penting,” lanjutnya.

Pandangan senada disampaikan Constantinus Herlijoso, Sales and Channel Development Director of Geely Auto Indonesia. Ia menilai insentif dibutuhkan demi keberlangsungan dan kepastian bisnis.

“(Insentif mobil listrik) perlu karena secara bisnis, secara operation kami membutuhkan kepastian. Kami dari Geely siap menjawab semua tantangan dan kebijakan yang ada karena kami memiliki platform untuk kendaraan listrik, hybrid, maupun ICE (Internal Combustion Engine),” pungkas Herlijoso.

Dengan dihentikannya insentif, industri otomotif kini menanti arah kebijakan selanjutnya. Apakah pemerintah akan kembali memberikan dukungan untuk menjaga momentum pertumbuhan mobil listrik, atau justru membiarkan pasar bergerak secara mandiri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *