Media90 – Pertandingan final Liga 4 Lampung 2026 yang mempertemukan TS Saiburai Lampung dari Pesawaran melawan Tanggamus Farmer Angonsaka FC di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, berakhir ricuh pada Jumat, 13 Februari 2026.
Meski laga berakhir dengan kemenangan Tanggamus Farmer Angonsaka FC 1-0, pertandingan diwarnai tiga kartu merah dan sejumlah insiden kekerasan di lapangan.
Awal Kericuhan
Kericuhan pertama terjadi ketika pemain kedua tim terlibat adu mulut, kemudian tim Angonsaka melakukan pukulan ke pemain TS Saiburai. Akibatnya, dua pemain dari masing-masing tim langsung diganjar kartu merah, dan pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Saksi mata juga melaporkan bahwa supporter mulai melempar botol ke lapangan, sementara tim TS Saiburai melakukan protes keras terhadap keputusan wasit.
Jalannya Pertandingan
Setelah insiden awal, kedua tim kembali saling jual-beli serangan. Tanggamus Farmer Angonsaka FC berhasil mencetak gol lewat sundulan dari sepak pojok.
Kericuhan kembali terjadi setelah TS Saiburai nyaris menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Gol TS Saiburai dianulir wasit karena pemain dianggap offside, memicu protes berlebihan dari tim dan official TS Saiburai.
Puncak Kericuhan
Usai peluit panjang ditiup, official TS Saiburai langsung mengejar dan memukul wasit. Aparat kepolisian yang berjaga segera melakukan pengamanan agar pemukulan tidak berlanjut.
Beberapa penonton juga turun ke lapangan, mencoba menyerang wasit dan official pertandingan, sehingga kericuhan semakin meluas.
Status Terkini
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Asprov PSSI Lampung maupun panitia pertandingan terkait insiden ini.
Pertandingan final ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak tentang pentingnya keamanan, disiplin pemain, dan pengawasan supporter selama laga berlangsung.














