Media90 – Banyak orang kerap meninggalkan charger ponsel tetap terhubung di stopkontak meski perangkat sudah penuh dayanya. Alasannya sederhana: merasa akan dipakai lagi sebentar lagi. Namun, kebiasaan sepele ini ternyata menyimpan risiko yang tidak terlihat, baik bagi perangkat, keselamatan keluarga, maupun tagihan listrik rumah tangga.
Phantom Load: Listrik yang Mengalir Tanpa Disadari
Fenomena phantom load atau vampire power terjadi ketika perangkat elektronik tetap mengonsumsi listrik meski tidak digunakan. Charger yang dibiarkan terpasang merupakan contoh nyata. Konsumsi listriknya memang kecil, tetapi jika menumpuk dari beberapa perangkat, tagihan listrik bulanan dapat meningkat. Efisiensi energi menjadi salah satu alasan penting untuk mencabut charger setelah pemakaian.
Panas Berlebih Memperpendek Umur Charger
Charger yang terus terpasang tetap aktif dan menghasilkan panas. Panas berlebih ini mempercepat ausnya komponen internal, memperpendek usia pakai adaptor, bahkan meningkatkan risiko kerusakan hingga korsleting. Charger yang panas terus-menerus juga dapat memicu kebakaran, terutama jika diletakkan di atas permukaan mudah terbakar.
Risiko Keselamatan bagi Keluarga
Di rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan, kabel charger bisa ditarik, digigit, atau dimainkan. Jika kabel rusak dan bagian beraliran listrik terbuka, risiko sengatan listrik dan korsleting meningkat. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan meninggalkan charger tercolok bukan hanya berdampak pada perangkat, tetapi juga pada keselamatan penghuni rumah.
Kabel dan Adaptor Tidak Sesuai: Bom Waktu di Rumah
Menggunakan kabel atau adaptor yang tidak sesuai spesifikasi memperburuk risiko. Kepala charger berdaya tinggi yang dipasangkan dengan kabel berkualitas rendah akan panas berlebihan karena panas tidak tersalurkan dengan baik. Hal ini mempercepat degradasi komponen internal dan meningkatkan potensi kerusakan serius.
Dampak Lingkungan dari Energi Tersembunyi
Selain risiko teknis, kebiasaan ini juga berdampak pada lingkungan. Listrik yang terbuang sia-sia akibat charger tetap tercolok berarti energi dari sumber fosil, seperti batu bara dan gas, terpakai tanpa manfaat. Mengurangi kebiasaan ini berkontribusi menekan emisi karbon dan mendukung keberlanjutan energi.
Dampak Ekonomi Mikro bagi Rumah Tangga
Meskipun terlihat sepele, akumulasi listrik yang terus digunakan akan menambah biaya bulanan. Beberapa perangkat yang dibiarkan tercolok bisa menambah tagihan listrik secara signifikan. Dengan mencabut charger secara konsisten, rumah tangga dapat menghemat energi dan menjaga stabilitas finansial.
Solusi Praktis Mengubah Kebiasaan
Mencabut charger adalah langkah sederhana namun efektif. Bagi yang sering lupa, solusi mudah adalah menggunakan stopkontak dengan saklar. Setelah selesai mengisi daya, cukup matikan saklar, sehingga aliran listrik terputus tanpa harus melepas adaptor satu per satu. Langkah ini efektif, aman, dan praktis.
Kesimpulan: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Membiarkan charger tetap tercolok mungkin terasa nyaman, tetapi konsekuensinya nyata: pemborosan energi, umur perangkat lebih pendek, dan risiko keselamatan meningkat. Mengubah kebiasaan kecil ini menjadi konsisten dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman, hemat energi, dan bijak dalam menggunakan teknologi.














