TEKNO

Dampak Fatal Membiarkan Charger HP Tercolok Terus di Stopkontak

6
×

Dampak Fatal Membiarkan Charger HP Tercolok Terus di Stopkontak

Sebarkan artikel ini
Bahaya Mengintai! Risiko Fatal Jika Charger HP Dibiarkan Tercolok Sepanjang Waktu
Bahaya Mengintai! Risiko Fatal Jika Charger HP Dibiarkan Tercolok Sepanjang Waktu

Media90 – Banyak orang kerap meninggalkan charger ponsel tetap terhubung di stopkontak meski perangkat sudah penuh dayanya. Alasannya sederhana: merasa akan dipakai lagi sebentar lagi. Namun, kebiasaan sepele ini ternyata menyimpan risiko yang tidak terlihat, baik bagi perangkat, keselamatan keluarga, maupun tagihan listrik rumah tangga.

Phantom Load: Listrik yang Mengalir Tanpa Disadari

Fenomena phantom load atau vampire power terjadi ketika perangkat elektronik tetap mengonsumsi listrik meski tidak digunakan. Charger yang dibiarkan terpasang merupakan contoh nyata. Konsumsi listriknya memang kecil, tetapi jika menumpuk dari beberapa perangkat, tagihan listrik bulanan dapat meningkat. Efisiensi energi menjadi salah satu alasan penting untuk mencabut charger setelah pemakaian.

Panas Berlebih Memperpendek Umur Charger

Charger yang terus terpasang tetap aktif dan menghasilkan panas. Panas berlebih ini mempercepat ausnya komponen internal, memperpendek usia pakai adaptor, bahkan meningkatkan risiko kerusakan hingga korsleting. Charger yang panas terus-menerus juga dapat memicu kebakaran, terutama jika diletakkan di atas permukaan mudah terbakar.

Baca Juga:  Oppo Siap Luncurkan Seri Terbaru Find N3 - Program Product Ambassador Dimulai!

Risiko Keselamatan bagi Keluarga

Di rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan, kabel charger bisa ditarik, digigit, atau dimainkan. Jika kabel rusak dan bagian beraliran listrik terbuka, risiko sengatan listrik dan korsleting meningkat. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan meninggalkan charger tercolok bukan hanya berdampak pada perangkat, tetapi juga pada keselamatan penghuni rumah.

Kabel dan Adaptor Tidak Sesuai: Bom Waktu di Rumah

Menggunakan kabel atau adaptor yang tidak sesuai spesifikasi memperburuk risiko. Kepala charger berdaya tinggi yang dipasangkan dengan kabel berkualitas rendah akan panas berlebihan karena panas tidak tersalurkan dengan baik. Hal ini mempercepat degradasi komponen internal dan meningkatkan potensi kerusakan serius.

Baca Juga:  Kejutan dari Tecno: Spark 20 Pro Series Meluncur dengan Inovasi Kamera Terbaru!

Dampak Lingkungan dari Energi Tersembunyi

Selain risiko teknis, kebiasaan ini juga berdampak pada lingkungan. Listrik yang terbuang sia-sia akibat charger tetap tercolok berarti energi dari sumber fosil, seperti batu bara dan gas, terpakai tanpa manfaat. Mengurangi kebiasaan ini berkontribusi menekan emisi karbon dan mendukung keberlanjutan energi.

Dampak Ekonomi Mikro bagi Rumah Tangga

Meskipun terlihat sepele, akumulasi listrik yang terus digunakan akan menambah biaya bulanan. Beberapa perangkat yang dibiarkan tercolok bisa menambah tagihan listrik secara signifikan. Dengan mencabut charger secara konsisten, rumah tangga dapat menghemat energi dan menjaga stabilitas finansial.

Solusi Praktis Mengubah Kebiasaan

Mencabut charger adalah langkah sederhana namun efektif. Bagi yang sering lupa, solusi mudah adalah menggunakan stopkontak dengan saklar. Setelah selesai mengisi daya, cukup matikan saklar, sehingga aliran listrik terputus tanpa harus melepas adaptor satu per satu. Langkah ini efektif, aman, dan praktis.

Baca Juga:  Terobosan Teknologi dari Xiaomi: Perangkat AIoT, Redmi Buds 4 Lite dan Redmi Watch 3 Active Meluncur!

Kesimpulan: Kebiasaan Kecil, Dampak Besar

Membiarkan charger tetap tercolok mungkin terasa nyaman, tetapi konsekuensinya nyata: pemborosan energi, umur perangkat lebih pendek, dan risiko keselamatan meningkat. Mengubah kebiasaan kecil ini menjadi konsisten dapat menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman, hemat energi, dan bijak dalam menggunakan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *