Media90 – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro menggelar pelatihan tanggap darurat dan pemadam kebakaran di Kantor PLN UP3 Metro. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026.
Pelatihan tersebut diikuti oleh jajaran Asisten Manajer serta para Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) di lingkungan PLN UP3 Metro. Kegiatan ini juga menghadirkan Pimpinan Damkar Metro M. Rofiq Salasi, pemateri dari Damkar Metro Subkie Agus, serta Sekretaris Palang Merah Indonesia Metro, Mungky Porbo Rahayu, sebagai narasumber.
Manajer PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, Bulan K3 Nasional Tahun 2026 mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif,” yang menekankan pentingnya kompetensi, kesiapan sistem, serta sinergi seluruh elemen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
Anas menjelaskan, dalam bisnis ketenagalistrikan, risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan. Oleh karena itu, keselamatan jiwa manusia harus menjadi prioritas utama.
“Kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dan kondisi darurat lainnya menjadi tanggung jawab bersama, baik untuk menjaga keselamatan pekerja, keandalan aset, maupun keberlangsungan layanan kelistrikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pimpinan Damkar Metro, M. Rofiq Salasi, turut mengapresiasi komitmen PLN UP3 Metro dalam meningkatkan kesiapsiagaan pegawai terhadap potensi kebakaran. Ia menilai pelatihan tersebut sangat penting untuk membangun respons awal yang cepat dan tepat sebelum bantuan lanjutan tiba di lokasi kejadian.
Sementara itu, Sekretaris PMI Metro, Mungky Porbo Rahayu, juga memberikan apresiasi atas pelibatan PMI dalam pelatihan tersebut, khususnya dalam memberikan pembekalan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Menurutnya, kemampuan dasar P3K sangat penting dimiliki setiap pekerja agar mampu memberikan penanganan awal secara benar saat terjadi kondisi darurat.
Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi mengenai klasifikasi kebakaran, teknik pemadaman, serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta juga dibekali pengetahuan terkait prosedur evakuasi dan pertolongan pertama.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi praktik pemadaman api, guna memastikan peserta mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan ini, PLN UP3 Metro berharap seluruh pegawai semakin meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi risiko kerja, sekaligus mendukung terciptanya pelayanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.














