Media90 – Aktivitas Gunung Semeru hari ini menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada kegempaan letusan. Berdasarkan laporan pemantauan terbaru, tercatat sebanyak 22 kali gempa letusan/erupsi dengan durasi yang mencapai hampir tiga menit.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut terpantau berada dalam kondisi cuaca mendung, dengan hembusan angin sedang ke arah timur laut. Meski secara visual asap kawah tidak teramati, aktivitas kegempaan menjadi indikator utama bahwa dinamika vulkanik masih berlangsung aktif.
Aktivitas Gempa Erupsi Mendominasi
Data pengamatan kegempaan menunjukkan variasi aktivitas sebagai berikut:
Gempa Letusan/Erupsi
- 22 kejadian
- Amplitudo 15–22 mm
- Durasi 78–171 detik
Gempa Guguran
- 2 kejadian
- Amplitudo 1–2 mm
- Durasi 51–62 detik
Gempa Hembusan
- 1 kejadian
- Amplitudo 5 mm
- Durasi 34 detik
Gempa Harmonik
- 1 kejadian
- Amplitudo 2 mm
- Durasi 332 detik
Gempa Vulkanik Dalam
- 2 kejadian
- Amplitudo 2–3 mm
- S-P 3–4 detik
- Durasi 37–42 detik
Gempa Tektonik
- 1 gempa tektonik lokal
- 2 gempa tektonik jauh
Dominasi gempa letusan menunjukkan adanya suplai energi dari dalam gunung yang masih aktif, sehingga potensi erupsi tetap perlu diwaspadai. Meski kolom asap tidak terlihat, aktivitas seismik menjadi parameter utama dalam evaluasi kondisi gunung api.
Zona Bahaya Gunung Semeru
Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana:
Sektor Tenggara – Besuk Kobokan
- Dilarang beraktivitas dalam jarak 13 km dari puncak (pusat erupsi)
- Tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan
- Potensi awan panas dan lahar dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak
Radius Kawah
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar
Aliran Sungai Rawan
Waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Semeru terus dilakukan oleh pihak berwenang. Status aktivitas gunung api ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan terbaru, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak beraktivitas di zona berbahaya.














