Media90 – Kasus pencurian dengan modus menyamar sebagai teknisi WiFi kembali terjadi di Jakarta Selatan. Kali ini, sebuah toko roti di kawasan Tebet menjadi korban setelah satu unit tablet kasir dibawa kabur oleh pria tak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Tebet Barat IX No.1A, Tebet Barat, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku datang seorang diri dan memperkenalkan diri sebagai teknisi yang hendak melakukan pengecekan jaringan internet di toko tersebut. Karena tidak menunjukkan gelagat mencurigakan, karyawan toko pun mengizinkannya masuk ke area kasir.
Saat kejadian, kondisi toko sedang ramai oleh antrean pembeli sehingga perhatian pegawai terpecah. Situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Di tengah kesibukan melayani pelanggan, satu unit tablet yang digunakan sebagai mesin kasir tiba-tiba hilang dari tempatnya. Beberapa karyawan mengaku sempat kebingungan setelah pelaku berada di dalam toko. Bahkan beredar dugaan korban sempat merasa seperti terhipnotis, meski hingga kini belum ada kepastian terkait hal tersebut.
Pelaku diduga keluar dari toko dengan membawa perangkat tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan berarti. Kehilangan baru disadari setelah kondisi toko mulai lengang dan karyawan melakukan pengecekan ulang peralatan kasir.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha, khususnya di Jakarta Selatan, untuk lebih waspada terhadap orang asing yang mengaku sebagai petugas teknis.
Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain:
- Meminta kartu identitas dan surat tugas resmi
- Melakukan konfirmasi langsung ke penyedia layanan internet
- Tidak membiarkan orang asing berada di area kasir tanpa pendampingan
- Memasang CCTV dengan sudut pengawasan maksimal di area transaksi
Modus menyamar sebagai teknisi atau petugas layanan memang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan karena dianggap lebih mudah mendapatkan akses ke area vital usaha. Oleh karena itu, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.














