Media90 – Di tengah kesibukan sehari-hari dan notifikasi yang tak pernah berhenti, Garmin Indonesia mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak melalui kampanye “Time to Reset”, yang digelar bertepatan dengan Ramadan. Tujuan kampanye ini sederhana: mendorong masyarakat menata ulang kebiasaan sehari-hari agar hidup lebih seimbang, tanpa harus sepenuhnya lepas dari teknologi.
Tren Wellness Lebih Menyeluruh
Menurut Garmin, gaya hidup sehat saat ini tidak hanya soal olahraga atau pola makan, tetapi juga mencakup kesehatan mental, kesadaran diri, dan pengelolaan konsumsi digital. Konsep wellness kini bergeser ke arah yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, terutama bagi generasi muda yang kerap terpapar informasi digital berlebihan.
Ramadan Sebagai Momentum “Reset”
Dalam kampanye ini, Ramadan dijadikan momentum ideal untuk melakukan “reset”. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Mengurangi distraksi digital
- Memperbaiki kualitas tidur
- Lebih sadar terhadap kondisi tubuh
Hal-hal kecil ini dinilai mampu memberi dampak signifikan bagi kesehatan fisik dan mental.
Teknologi Wearable Sebagai Alat Bantu
Garmin menekankan bahwa teknologi wearable seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganggu. Fitur seperti pemantauan tidur, tingkat energi tubuh, dan latihan pernapasan membantu pengguna lebih peka terhadap kondisi diri mereka. Intinya, teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kesadaran diri, bukan menambah beban.
Tren Wellness Tourism
Garmin juga menyoroti meningkatnya minat pada wellness tourism, yakni liburan yang fokus pada pemulihan tubuh dan pikiran, bukan sekadar jalan-jalan. Lewat kampanye “Time to Reset”, diharapkan masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan lebih mindful, seimbang, dan berkelanjutan.














