Media90 – Raksasa teknologi asal Cupertino, Apple, tampaknya semakin berani mendobrak tradisi desain konservatif pada lini ponsel premiumnya. Setelah sukses memikat pasar global dengan warna Cosmic Orange pada seri iPhone 17 Pro tahun lalu, bocoran terbaru mengindikasikan Apple tengah menyiapkan kejutan visual lebih berani untuk generasi penerusnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari analis Bloomberg, Mark Gurman, Apple kini sedang menguji varian warna merah tua (deep red) sebagai warna unggulan untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diproyeksikan meluncur pada akhir 2026.
Warna Merah Tua: Titik Balik Estetika Apple
Warna merah tua yang diisukan akan hadir menyerupai rona burgundy atau merah ala Louboutin ini menandai perubahan besar dalam strategi desain Apple. Selama bertahun-tahun, lini “Pro” selalu menggunakan palet industrial dan netral, seperti abu-abu grafit, perak, biru tua, dan titanium alami. Kesuksesan Cosmic Orange rupanya mengubah arah kompas estetika perusahaan secara permanen.
Kesuksesan di Pasar Asia dan Dilema Roda Warna
Transisi warna berani ini tak lepas dari sukses finansial di pasar strategis, khususnya Tiongkok. Varian Cosmic Orange pada iPhone 17 Pro mendapat sambutan luar biasa, banyak konsumen lokal mengasosiasikannya dengan rona oranye khas merek fesyen mewah Hermès. Selain itu, dalam budaya Tiongkok, warna merah identik dengan keberuntungan dan kemakmuran, yang diyakini Apple ingin akomodasi melalui deep red.
Namun, kehadiran warna merah tua ini menimbulkan dilema desain. Menurut Gurman, oranye dan merah terlalu berdekatan pada roda warna. Apple pun harus memutuskan apakah tetap mempertahankan Cosmic Orange berdampingan dengan deep red, atau memensiunkan warna oranye agar merah mendapatkan sorotan eksklusif.
Eksperimen Nuansa Lain: Ungu dan Cokelat
Selain merah tua, rumor menyebutkan kemungkinan warna ungu dan cokelat kopi (coffee) untuk iPhone 18 Pro. Namun, Gurman menekankan bahwa nuansa tersebut kemungkinan hanya bagian dari prototyping warna merah tua yang sedang disempurnakan, bukan opsi rilis mandiri.
Perubahan ini dimungkinkan karena Apple kembali menggunakan bodi aluminium unibody pada iPhone 17 Pro, yang memberi fleksibilitas lebih tinggi dalam proses anodisasi dibandingkan material stainless steel atau titanium generasi sebelumnya.
Kontras dengan Strategi iPhone Lipat
Menariknya, keberanian bermain warna hanya berlaku pada lini iPhone konvensional. Untuk proyek ponsel lipat pertama mereka, Apple justru memilih warna netral klasik seperti abu-abu gelap, hitam, atau perak, berbeda jauh dengan Samsung yang berani menghadirkan warna pastel pada Galaxy Z Fold dan Z Flip.
Pembaruan Perangkat Keras Masif
Lebih dari sekadar kosmetik, iPhone 18 Pro dikabarkan akan membawa perombakan perangkat keras besar. Bocoran rantai pasok menyebutkan ponsel ini akan ditenagai chipset A20 Pro dengan fabrikasi 2-nanometer (2nm) dan teknologi Wafer-Level Multi-Chip Module (WMCM), meningkatkan performa sekaligus efisiensi baterai.
Di sektor konektivitas, Apple diprediksi akan menggunakan modem 5G buatan sendiri (in-house) untuk pertama kali, terintegrasi dengan A20 Pro untuk memperpanjang daya tahan baterai.
Selain itu, teknologi Face ID under-display juga dikabarkan sedang diuji, memungkinkan ukuran Dynamic Island mengecil hingga 35 persen, atau bahkan diganti desain punch-hole minimalis untuk kamera swafoto.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Warna
Meski peluncuran resmi baru akan berlangsung pada September 2026, bocoran ini menunjukkan antusiasme publik yang tinggi terhadap inovasi Apple. Jika warna merah tua terealisasi, ia bukan sekadar opsi baru, melainkan pernyataan gaya hidup premium yang berpotensi mendefinisikan ulang estetika gawai papan atas di tahun ini.














