Media90.id – Krisis pasokan chip memori atau RAM yang berlangsung saat ini diperkirakan belum akan segera berakhir. Bahkan, Samsung memprediksi kondisi pasokan memori akan semakin ketat pada 2027 sebelum berpotensi berlanjut hingga 2028.
Prediksi tersebut disampaikan Samsung dalam laporan pendapatan kuartal keduanya. Tingginya permintaan chip memori terutama didorong oleh perkembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut membuat persaingan untuk mendapatkan pasokan chip memori semakin ketat. Para pengembang dan perusahaan yang membangun infrastruktur AI bahkan disebut mulai mengambil langkah lebih awal untuk memastikan kebutuhan memori mereka di masa mendatang.
Laboratorium AI Mulai Amankan Pasokan Memori
Samsung mengungkapkan bahwa sejumlah laboratorium AI terkemuka yang ingin mendapatkan akses terhadap infrastruktur memori telah membagikan perkiraan kebutuhan mereka untuk jangka menengah hingga panjang.
Informasi mengenai proyeksi permintaan tersebut diberikan langsung kepada Samsung dengan tujuan mengamankan pasokan chip memori di masa depan.
Bagi Samsung, tingginya permintaan dari sektor AI memberikan peluang untuk memprioritaskan pelanggan yang bersedia membuat kontrak jangka panjang. Kontrak tersebut memberikan kepastian permintaan selama beberapa tahun ke depan.
Dengan visibilitas permintaan yang lebih panjang, Samsung dapat lebih mudah merencanakan pemasangan peralatan baru serta meningkatkan kapasitas produksi. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko ketika permintaan tiba-tiba mengalami penurunan.
Strategi tersebut penting bagi industri memori yang selama ini dikenal memiliki siklus naik-turun cukup tajam. Ketika pasokan berlebih, harga dan keuntungan produsen dapat turun. Sebaliknya, ketika permintaan melonjak, pasokan menjadi terbatas dan harga meningkat.
AI Jadi Pendorong Utama Permintaan Chip Memori
Meningkatnya kebutuhan terhadap chip memori tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir.
Pusat data yang menjalankan model AI membutuhkan perangkat keras dengan kemampuan komputasi tinggi serta kapasitas memori yang besar. Kondisi tersebut membuat produsen chip semakin banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan sektor pusat data.
Akibatnya, pasokan komponen memori untuk perangkat konsumer berpotensi menjadi lebih terbatas. Tekanan terhadap pasokan tersebut kemudian ikut mendorong kenaikan harga komponen.
Bagi Samsung, kondisi ini menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, meningkatnya permintaan chip memori dari sektor AI memberikan peluang bisnis yang besar. Namun di sisi lain, biaya komponen yang semakin tinggi dapat memengaruhi bisnis perangkat konsumer seperti smartphone dan tablet.
Harga Smartphone dan Tablet Bisa Ikut Terdampak
Kenaikan biaya komponen membuat produsen perangkat harus menentukan strategi untuk menjaga margin keuntungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meneruskan sebagian kenaikan biaya tersebut kepada konsumen melalui harga jual perangkat yang lebih tinggi.
Samsung sendiri disebut mulai membebankan kenaikan biaya komponen kepada konsumen dengan menaikkan harga sejumlah smartphone dan tablet.
Namun, strategi tersebut memiliki konsekuensi. Harga perangkat yang semakin mahal dapat membuat konsumen menunda pembelian atau memilih perangkat dengan harga lebih terjangkau.
Dengan demikian, produsen harus menghadapi dilema antara mempertahankan margin keuntungan dan menjaga tingkat permintaan produk konsumer.
Apple Juga Mulai Rasakan Dampaknya
Samsung bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya komponen. Apple sebagai salah satu pesaing utamanya juga disebut mulai menaikkan harga sejumlah perangkat, termasuk MacBook, Mac, dan iPad.
Dalam laporan pendapatan terbarunya, Apple juga memperingatkan adanya potensi perlambatan pertumbuhan pendapatan pada kuartal berikutnya.
Pertumbuhan pendapatan Apple diproyeksikan berada di kisaran 9% hingga 11% secara tahunan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat pertumbuhan kuartalan terbaru yang mencapai sekitar 16%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya komponen dan perubahan kondisi pasar dapat memberikan tekanan terhadap industri perangkat konsumer secara keseluruhan.
Konsumen Perlu Bersiap dengan Harga Perangkat yang Lebih Mahal
Jika tren permintaan memori untuk AI terus meningkat, harga perangkat konsumer berpotensi tetap mendapatkan tekanan dalam beberapa tahun ke depan.
Produsen chip seperti Samsung memiliki insentif untuk mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksi kepada pelanggan pusat data AI yang mampu memberikan permintaan besar dan kontrak jangka panjang.
Sementara itu, pasar smartphone, tablet, laptop, dan perangkat konsumer lainnya harus bersaing mendapatkan kapasitas produksi yang tersisa. Situasi tersebut pada akhirnya dapat membuat harga komponen tetap tinggi.
Bagi konsumen, kondisi ini menjadi realitas baru di industri teknologi. Harga perangkat tidak hanya dipengaruhi oleh spesifikasi dan fitur baru, tetapi juga oleh perebutan kapasitas produksi komponen antara industri konsumer dan infrastruktur AI.
Jika pasokan RAM benar-benar masih ketat hingga 2028 seperti yang diprediksi Samsung, konsumen kemungkinan perlu bersiap menghadapi harga smartphone, tablet, laptop, dan perangkat elektronik lainnya yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.














