BERITA

38 Mahasiswa UIN RIL Terima Bantuan Pendidikan dari Anggota DPD RI Drs. Ahmad Bastian SY

4
×

38 Mahasiswa UIN RIL Terima Bantuan Pendidikan dari Anggota DPD RI Drs. Ahmad Bastian SY

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UIN RIL Dapatkan Bantuan Pendidikan, Bukti Kepedulian Anggota DPD RI
Mahasiswa UIN RIL Dapatkan Bantuan Pendidikan, Bukti Kepedulian Anggota DPD RI

Media90 – Sebanyak 38 mahasiswa dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menerima Bantuan Pendidikan dari anggota DPD RI, Drs. Ahmad Bastian SY. Penyerahan Piagam Penerima Bantuan Pendidikan berlangsung di Ruang Meeting Lantai 1 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Rabu (25/02/2026).

Rektor UIN RIL yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Idrus Ruslan, M.Ag., menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada mahasiswa, baik jenjang S1 maupun S2.

“Atas nama pimpinan, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Anggota DPD RI sebagai wakil rakyat Lampung atas kepeduliannya kepada mahasiswa dari masing-masing fakultas,” ujarnya.

Prof. Idrus menyebut bantuan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian alumni terhadap almamater dan merupakan perhatian yang patut disyukuri. Ia berpesan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan sepenuhnya untuk menunjang proses perkuliahan dan penyelesaian studi.

“Gunakan untuk kepentingan kuliah, membeli buku, mengikuti kursus, dan kebutuhan akademik lainnya. Yang sudah diterima itu untuk kepentingan penyelesaian studi, jangan sampai dimanfaatkan untuk hal lain. Pertama disyukuri, kedua dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Drs. Ahmad Bastian SY, anggota DPD RI sekaligus Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UIN RIL, menyebut bantuan tersebut sebagai amanah dan niat baiknya. Sebagai alumni UIN RIL, yang dahulu bernama IAIN, ia merasa memiliki ikatan emosional kuat dengan kampus. Menurutnya, kampus ini menjadi batu lompatan dalam perjalanannya hingga bisa menjadi senator.

“Kampus ini menurut saya, kampus yang meletakkan batu lompatan buat saya, sehingga saya bisa mengarungi kehidupan ini dengan penuh percaya diri. Kalau saya tidak kuliah di IAIN waktu itu, mungkin saya tidak ditakdirkan menjadi senator, anggota DPD. Jadi itulah jejak-jejak kehidupan ini. Saya punya tapak sejarah itu karena kawah candradimukanya IAIN. Saking saya cintanya kepada IAIN ini,” ucapnya.

Drs. Ahmad Bastian menegaskan bahwa tugas utama mahasiswa adalah belajar dan menargetkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) setinggi mungkin. Selain itu, mahasiswa juga perlu membangun karakter ke-UIN-an dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekecil apapun peran yang bisa dilakukan.

“Mahasiswa UIN itu ditempatkan di mana pun harus bisa mewarnai. Paling tidak menjadi guru ngaji, guru les, memberikan manfaat. Khairunnas anfa’uhum linnas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya membangun jaringan sosial dan kepemimpinan selama di kampus. Pengalamannya menjadi ketua mahasiswa menjadi batu pijakan penting dalam menghadapi tantangan di luar kampus.

“Kepemimpinan di kampus menjadi batu pijakan saya untuk bermanuver dalam kehidupan di luar. Jangan minder dengan mahasiswa lain. Ada nilai yang bisa kita pegang. Kepercayaan diri itu penting, karena dengan itu kita bisa tampil di muka publik dengan penuh inspirasi,” pesannya.

Terkait bantuan pendidikan, Drs. Ahmad Bastian juga mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, sejalan dengan pesan yang disampaikan Wakil Rektor III. Kegiatan penyerahan bantuan ini turut dihadiri sejumlah dekan, wakil dekan, dan dosen di lingkungan UIN Raden Intan Lampung.

Baca Juga:  Absennya Laporan Masyarakat, Bawaslu Lampung Tak Lanjutkan Investigasi Terkait Dugaan Penistaan Agama oleh Komika Aulia Rakhman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *