Media90 – Perjalanan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bukan sekadar catatan institusi pendidikan, melainkan bagian dari sejarah panjang pengembangan sumber daya manusia vokasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.
Didirikan pada 7 April 1984 dengan nama awal Politeknik Pertanian Universitas Lampung, institusi ini lahir sebagai jawaban atas kebutuhan tenaga terampil dan profesional di bidang pertanian. Momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam pembangunan pendidikan vokasi berbasis kompetensi terapan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Seiring waktu, Polinela terus mengalami transformasi. Pada 1988, kampus mulai menempati lokasi permanen di kawasan Rajabasa, Bandar Lampung, yang kini berkembang menjadi pusat pendidikan dengan dukungan lahan lebih dari 80 hektare di tiga lokasi berbeda. Infrastruktur ini menjadi basis penguatan pembelajaran praktik dan riset terapan.
Langkah menuju kemandirian ditandai pada 7 April 2001, ketika melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional, Politeknik Pertanian Universitas Lampung resmi berdiri sendiri dengan nama Politeknik Pertanian Negeri Bandar Lampung. Perubahan ini menjadi bukti pengakuan pemerintah atas kapasitas institusi dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi berkualitas.
Transformasi berlanjut pada 2 Agustus 2004, ketika nama institusi resmi berubah menjadi Politeknik Negeri Lampung (Polinela). Pergantian nama ini bukan sekadar administratif, tetapi mencerminkan visi besar untuk memperluas cakupan keilmuan, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga sektor lain yang dibutuhkan industri dan masyarakat.
Sejak itu, Polinela terus berkembang dengan membuka berbagai program studi baru, termasuk bidang non-pertanian seperti akuntansi, manajemen informatika, hingga program sarjana terapan yang mulai diperkenalkan sejak 2008. Penguatan ini menegaskan posisi Polinela sebagai lembaga pendidikan vokasi adaptif terhadap dinamika zaman.
Memasuki dekade terakhir, akselerasi pengembangan semakin terasa. Pada 2020, Polinela membuka program Magister Terapan (S2) Ketahanan Pangan, sebagai langkah strategis meningkatkan jenjang pendidikan profesional. Selanjutnya pada 2024, penguatan struktur organisasi dilakukan melalui pembentukan jurusan baru, seperti teknik, perikanan dan kelautan, serta teknologi informasi.
Hingga 2026, Polinela telah mengelola delapan jurusan dengan 41 program studi yang mencakup jenjang diploma, sarjana terapan, hingga magister terapan. Status akreditasi institusi “Baik Sekali” menjadi indikator kualitas yang terus dijaga.
Tak berhenti di situ, Polinela juga tengah mempersiapkan pembukaan program doktor terapan (S3) sebagai langkah maju memperkuat kapasitas riset terapan dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global. Dalam aspek sumber daya manusia, sejak 2023 hingga kini Polinela telah memiliki enam guru besar yang menjadi pilar penguatan akademik dan pengembangan keilmuan.
Selama 42 tahun perjalanan, Polinela terus bertransformasi menjadi institusi vokasi yang kuat, adaptif, dan relevan. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, Polinela hadir sebagai motor penggerak lahirnya tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan semangat “Vokasi Kuat, Adaptif, dan Relevan”, Polinela menegaskan perannya sebagai bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun Indonesia melalui pendidikan berbasis kompetensi.














