Media90 – Ayam Kampung ELBA dikenal sebagai salah satu varietas ayam unggulan yang memiliki daya tahan tubuh baik serta potensi produksi telur yang stabil. Namun, potensi tersebut hanya dapat tercapai jika manajemen pakan dilakukan dengan benar sejak usia dini. Jenis pakan, kandungan nutrisi, hingga takaran pakan per fase pertumbuhan menjadi faktor penting dalam keberhasilan beternak ayam Kampung ELBA.
Kesalahan dalam pemberian pakan—baik dari sisi kandungan ataupun jumlahnya—berisiko menyebabkan pertumbuhan tidak merata, ayam menjadi terlalu gemuk, hingga berakhir pada produksi telur yang rendah saat fase bertelur.
Fase DOC: Pakan Harus Selalu Tersedia
Pada fase DOC hingga usia empat minggu, ayam Kampung ELBA membutuhkan pakan berkadar protein tinggi untuk mendukung pertumbuhan awal. Takaran pakan berada pada kisaran 10–20 gram per ekor per hari dan idealnya diberikan secara ad libitum atau selalu tersedia.
Jenis pakan starter bentuk crumble menjadi pilihan yang tepat karena mudah dicerna. Selain pakan, air minum bersih wajib tersedia sepanjang waktu. Peternak juga dianjurkan memberikan vitamin pada minggu pertama untuk menekan risiko kematian.
Usia 5–8 Minggu: Takaran Mulai Dikendalikan
Memasuki fase grower awal (5–8 minggu), kebutuhan protein ayam mulai menurun. Pada tahap ini, takaran pakan meningkat menjadi 30–40 gram per ekor per hari, diberikan 2–3 kali sehari. Jumlah pakan tidak boleh berlebihan agar ayam tidak tumbuh terlalu cepat.
Pada fase ini ayam dapat mulai diperkenalkan dengan sistem umbaran terbatas untuk meningkatkan aktivitas fisik dan daya tahan tubuh.
Grower Lanjutan (9–14 Minggu): Bentuk Tubuh Ideal
Pada usia 9–14 minggu, fokus utama pemeliharaan adalah menjaga bentuk tubuh ayam agar tidak terlalu gemuk. Takaran pakan berada di kisaran 50–70 gram per ekor per hari, diberikan pagi dan sore.
Peternak dapat memadukan pakan grower dengan bahan alami seperti dedaunan hijau. Aktivitas fisik ayam perlu ditingkatkan untuk menjaga keseimbangan metabolisme.
Pra-Layer (15–18 Minggu): Takaran Dinaikkan Bertahap
Fase 15–18 minggu merupakan masa pra-layer sebagai persiapan menuju produksi telur. Pada fase ini, takaran pakan meningkat menjadi 80–90 gram per ekor per hari. Kandungan kalsium mulai ditambahkan secara bertahap untuk mendukung pembentukan cangkang telur.
Meski demikian, peternak belum dianjurkan memberikan pakan layer penuh agar ayam tidak mengalami stres saat mulai bertelur.
Mulai Bertelur (19 Minggu ke Atas): Kebutuhan Pakan Maksimal
Pada usia 19 minggu ke atas, ayam Kampung ELBA umumnya mulai memasuki masa produksi telur. Kebutuhan pakan naik menjadi 100–120 gram per ekor per hari, tergantung bobot badan dan tingkat produksi.
Pakan layer dengan kandungan kalsium tinggi diperlukan untuk menjaga kualitas cangkang dan stabilitas produksi. Kekurangan pakan atau kalsium pada fase ini dapat menyebabkan produksi telur menurun atau cangkang telur menjadi tipis.
Manajemen Pakan Tepat, Produksi Lebih Stabil
Agar hasil optimal, peternak dianjurkan melakukan:
-
Pergantian pakan secara bertahap (3–5 hari)
-
Menjaga kebersihan tempat pakan dan minum
-
Menambahkan vitamin atau probiotik secara berkala
Dengan pengaturan pakan yang tepat sejak dini, ayam Kampung ELBA dapat tumbuh sehat, efisien, serta menghasilkan telur secara optimal. Selain meningkatkan produktivitas, manajemen pakan yang baik juga membuat usaha peternakan lebih berkelanjutan dan menguntungkan.














