Media90 – Kebahagiaan menyelimuti warga Tulang Bawang saat pembangunan Jalan Provinsi Ruas Gedong Aji – Umbul Mesir resmi dimulai. Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat akhirnya melihat harapan baru atas perbaikan akses utama yang selama ini rusak parah.
Selama kurang lebih 30 tahun, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan dan menjadi keluhan utama warga. Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran Rp135 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer dengan konstruksi rigid beton, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat.
Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah provinsi. Menurutnya, alokasi anggaran sebesar ini menunjukkan keberpihakan Pemprov Lampung kepada masyarakat Tulang Bawang dan belum pernah diterima sebelumnya, termasuk di kabupaten/kota lain di Lampung.
“Kami bersyukur atas berkah ini. Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Lampung,” kata Hankam Hasan.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Agung, Sahel Sadullah, yang wilayahnya terdampak langsung dari kondisi jalan tersebut, mengaku sangat bersyukur. Ia menilai, perbaikan jalan ini sangat dinantikan warga selama puluhan tahun.
“Kami sangat bersyukur, karena sudah 30 tahun jalan ini rusak. Bahkan saat bulan puasa kemarin, Gubernur Lampung sudah melihat langsung kondisinya,” ujar Sahel.
Masyarakat setempat juga siap menjaga jalan yang akan dibangun. Mereka berkomitmen untuk mengawasi kendaraan dengan muatan berlebih agar tidak merusak infrastruktur yang baru.
Hal serupa disampaikan Surati, salah seorang warga transmigran yang menetap di Tulang Bawang sejak tahun 1990-an. Ia mengaku sangat bahagia melihat pembangunan jalan dimulai.
“Kami ini warga transmigrasi sejak tahun 1990-an, baru kali ini jalan diperbaiki. Terima kasih banyak kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung,” katanya.
Pembangunan Jalan Provinsi Ruas Gedong Aji – Umbul Mesir ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan perekonomian lokal. Dengan proyek sepanjang 13 kilometer yang dibiayai Rp135 miliar, Pemprov Lampung menunjukkan komitmennya menghadirkan infrastruktur yang layak dan aman bagi masyarakat setelah menunggu selama tiga dekade.














