Media90 – Sebuah benda bercahaya melintasi langit wilayah Lampung dan turut terpantau dari kawasan Banten. Fenomena ini terekam dalam video singkat yang kemudian viral di media sosial.
Beragam spekulasi pun bermunculan. Sebagian warganet bahkan menduga objek tersebut merupakan peluru kendali milik Iran. Benda tersebut terlihat bersinar terang, meninggalkan jejak panjang, lalu pecah menjadi beberapa bagian di langit malam.
Klarifikasi dari BRIN
Dugaan tersebut langsung dibantah oleh pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Profesor Thomas Djamaluddin memastikan bahwa objek tersebut bukanlah senjata, melainkan sampah antariksa.
Menurutnya, benda tersebut teridentifikasi sebagai sisa badan roket asal Tiongkok dengan kode CZ-3B. Berdasarkan data dari sistem pemantauan Space-Track, objek itu bergerak dari arah India menuju Samudra Hindia di wilayah barat Sumatera.
Proses Masuk Atmosfer
Ketinggian objek dilaporkan terus menurun hingga berada di bawah 120 kilometer sekitar pukul 19.56 WIB. Saat memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat, gesekan udara memicu proses pembakaran hebat.
Badan roket tersebut kemudian terbakar dan pecah di udara. Pecahan inilah yang terlihat oleh warga di Lampung dan Banten sebagai cahaya terang yang terfragmentasi.
Fenomena ini terjadi karena benda antariksa yang sudah tidak aktif mengalami perlambatan akibat hambatan atmosfer. Akibatnya, orbitnya terus menurun hingga akhirnya masuk kembali ke atmosfer Bumi.
Risiko terhadap Masyarakat
Jatuhnya sampah antariksa sebenarnya merupakan fenomena yang cukup umum secara global, meski jarang terlihat langsung di Indonesia. Peristiwa serupa terakhir terjadi pada 2022, ketika objek sejenis melintas di Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.
Para ahli menegaskan bahwa kejadian ini umumnya tidak membahayakan. Sebagian besar material akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Risiko hanya muncul jika ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh ke permukiman, namun hingga kini belum ada laporan kejadian tersebut.
Imbauan kepada Publik
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik jika melihat fenomena serupa. Peristiwa ini merupakan bagian dari aktivitas keantariksaan global yang dapat dijelaskan secara ilmiah.
Selain itu, fenomena ini juga bisa menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap ilmu astronomi. Dengan informasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh spekulasi yang belum tentu benar.














