Media90 – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership Proper dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraihnya, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.
Di bawah kepemimpinan Darmawan, kinerja lingkungan PLN menunjukkan capaian positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 Proper Emas dan 35 Proper Hijau, menegaskan keberhasilan perseroan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan. Menurut Hanif, Proper berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha menjalankan praktik bisnis ramah lingkungan, sekaligus mendorong industri melampaui standar kepatuhan regulasi.
Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan. Ia menegaskan, dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.
“Bagi PLN, Proper bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawan.
Ke depan, PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat. Perseroan juga mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja.
Sejak 2021 hingga 2025, PLN berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2. Pengembangan EBT pun mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW), sementara ekspansi pembangkit berbasis gas menghasilkan 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.
PLN juga memimpin inovasi dalam pengembangan hidrogen hijau, dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia pada PLTGU Muara Karang, Jakarta sejak 2023. Pada 2024, PLN menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di PLTP Kamojang, Jawa Barat. Saat ini, produksi hidrogen tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas 203 ton per tahun, yang dapat dimanfaatkan sebagai co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, maupun kebutuhan industri.
Inisiatif ini tidak hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan multiplier effect, dengan mendorong lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Dengan penghargaan Green Leadership dan capaian 11 Proper Emas, PLN membuktikan bahwa keberlanjutan dan kinerja operasional dapat berjalan beriringan, menjadikan energi bersih sebagai pondasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.














