BERITA

Drainase Tersumbat Jadi Penyebab Genangan Air di Jalan Soekarno-Hatta, Bundaran Tugu Raden Intan

3
×

Drainase Tersumbat Jadi Penyebab Genangan Air di Jalan Soekarno-Hatta, Bundaran Tugu Raden Intan

Sebarkan artikel ini
Jalan Soekarno-Hatta di Sekitar Bundaran Tugu Raden Intan Rusak Akibat Sering Tergenang
Jalan Soekarno-Hatta di Sekitar Bundaran Tugu Raden Intan Rusak Akibat Sering Tergenang

Media90 – Kondisi drainase yang tersumbat diduga menjadi penyebab utama genangan air yang kerap terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di kawasan Bundaran Tugu Raden Intan. Jalan ini merupakan jalur penghubung antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan pantauan Media90, genangan air tetap muncul meski tidak turun hujan. Diduga, hal ini terjadi karena saluran drainase di sekitar jalan tertutup lumpur dan sampah, sehingga aliran air tidak berjalan normal dan menyebabkan genangan bertahan sepanjang hari.

Selain persoalan drainase, kerusakan jalan turut memperparah kondisi. Jalur ini merupakan lintasan kendaraan berat, seperti truk bermuatan besar, yang membuat permukaan aspal banyak terkelupas dan berlubang.

Baca Juga:  Pegawai Kemendikti Saintek Gelar Demo, Menteri Satryo Soemantri Dituding Arogan dan Suka Tampar

Salah satu pengendara, Rudi, mengaku sering melintasi jalur tersebut dan harus melewati genangan air yang cukup dalam. Kondisi ini membuat pengendara khawatir terhadap lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup air.
“Khawatir ada lubang, karena jalannya banyak yang rusak. Airnya juga tidak cepat surut,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Hal senada disampaikan Enggra, warga sekitar, yang menyebut saluran drainase di lokasi tersebut sudah lama tertutup endapan lumpur.
“Drainasenya tertutup, jadi air setelah hujan tidak langsung mengalir dan akhirnya menggenang,” kata dia.

Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan drainase dan jalan guna mencegah genangan berkepanjangan yang berpotensi membahayakan pengendara serta menghambat arus lalu lintas di jalur penghubung tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *