BERITA

ESG Kian Jadi Tolok Ukur Keberlanjutan Bisnis, PNM Dorong Dampak Nyata hingga Akar Rumput

20
×

ESG Kian Jadi Tolok Ukur Keberlanjutan Bisnis, PNM Dorong Dampak Nyata hingga Akar Rumput

Sebarkan artikel ini
ESG PNM Dorong Pemberdayaan Ibu-Ibu UMKM Lokal dengan Pelayanan Humanis
ESG PNM Dorong Pemberdayaan Ibu-Ibu UMKM Lokal dengan Pelayanan Humanis

Media90 – Dalam beberapa tahun terakhir, konsep environmental, social, and governance (ESG) semakin mendapat perhatian dan menjadi salah satu pendekatan penting dalam praktik bisnis di Indonesia. ESG kini tidak hanya dipandang sebagai pelengkap, melainkan telah digunakan sebagai indikator utama dalam menilai keberlanjutan dan kinerja jangka panjang perusahaan.

Data per Desember 2024 menunjukkan sekitar 94 persen perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan laporan keberlanjutan (sustainability reporting). Langkah ini menjadi wujud komitmen korporasi terhadap transparansi, tata kelola yang baik, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Capaian tersebut mencerminkan semakin kuatnya posisi ESG sebagai alat ukur penting bagi para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup.

Di tingkat nasional, penguatan pelaporan keberlanjutan terus didorong melalui kebijakan regulator dan otoritas pasar modal. Salah satunya melalui peluncuran modul ESG Reporting oleh BEI, yang bertujuan meningkatkan transparansi dan akurasi data ESG, sekaligus membantu investor dalam mengambil keputusan berbasis kinerja non-finansial.

Baca Juga:  Proses Dinormalisasi Segera Dilakukan untuk Irigasi 25 Km di Sragi Lampung Selatan, Bangunan Liar Akan Dibereskan

Semangat ESG tersebut juga diimplementasikan secara konkret oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui penerapan tiga pilar keberlanjutan—pilar sosial, ekonomi, dan lingkungan—PNM menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat di akar rumput.

Hingga November 2025, PNM tercatat telah menjangkau lebih dari 228 ribu penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Sejumlah inisiatif seperti Ruang Pintar, PNM Scholarship, dan Madani Vokasi Academy (MVA) menunjukkan nilai Social Return on Investment (SROI) yang signifikan.

Madani Vokasi Academy, misalnya, mencatatkan nilai SROI sebesar 2,51. Artinya, setiap satu rupiah investasi sosial yang dikeluarkan mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang berlipat bagi masyarakat penerima manfaat.

Baca Juga:  Unila dan Kementerian Perdagangan Bersinergi Tingkatkan Literasi Ekspor untuk UMKM Lampung

Komitmen PNM dalam menjalankan prinsip keberlanjutan juga tercermin melalui berbagai penghargaan yang diraih. Di antaranya, Indonesia Sustainability Awards dalam kategori The Best Company for The Community Empowerment Programme dan The Best Company for Comprehensive ESG Implementation Practices.

Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi PNM dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam upaya pemberdayaan, mulai dari sektor ultra mikro hingga komunitas lokal.

Manfaat keberlanjutan yang dijalankan PNM pun dirasakan langsung oleh para nasabah. Salah satunya Aan Andasari, nasabah PNM Mekaar di Bekasi, yang memanfaatkan limbah bahan jeans untuk menciptakan produk kreatif bernilai jual tinggi, sekaligus memberdayakan anak-anak pemulung di sekitarnya.

“Saya mengedukasi anak-anak pemulung untuk belajar berkreasi dari sisa bahan jeans yang sering mereka temukan. Dengan sedikit keterampilan dan semangat, mereka kini bisa menghasilkan uang dari barang yang dulu dianggap tak berguna,” ujar Aan dalam keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga:  Operator Tri Perkuat Layanan Pengguna dengan Membuka 63 Tri Kios di Lampung

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa program ESG PNM dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Melalui proses yang dijalankan, para ibu tidak hanya berperan dalam menjaga lingkungan, tetapi juga turut memberdayakan komunitas di sekitarnya guna mendukung keberlanjutan lingkungan,” kata Dodot.

Melalui inisiatif #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM terus berupaya menghadirkan pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menempatkan kebutuhan masyarakat serta kelestarian lingkungan sebagai fokus utama layanan.

Komitmen melayani dengan hati menjadi landasan PNM dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan, sekaligus memastikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *