Media90 – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Lampung Timur yang akan digelar pada pertengahan April 2026 sempat memicu berbagai diskusi di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung Timur, Fitra Aditya Irsyam, mengajak seluruh pihak untuk melihat esensi perayaan ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah.
“Respons cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) soal logo patut dihargai, yang artinya pemerintah sangat terbuka dan mendengar aspirasi masyarakat. Namun karena urusan simbolik sudah diselesaikan dengan baik, saatnya fokus mendukung hajat hidup orang banyak, yaitu perekonomian masyarakat,” ujar Fitra Aditya, Minggu (5/4/2026).
Menanggapi anggapan bahwa rangkaian acara membebani anggaran dan sentralisasi festival di Bandar Sribhawono dinilai kurang tepat, Aditya justru memiliki pandangan berbeda. Sebagai representasi pelaku usaha, ia menilai penempatan Festival Pasar 1001 Malam dan Pameran 2000 UMKM di Bandar Sribhawono merupakan langkah pemerataan yang sangat cerdas.
Menurut Aditya, Lampung Timur adalah kabupaten yang luas, sehingga kebijakan membagi titik pusat kegiatan merupakan bentuk keadilan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dari berbagai wilayah.
“Pemkab sudah sangat adil, namun Sukadana tetap tegak sebagai marwah ibukota, yang difokuskan untuk acara inti seperti upacara puncak dan program pelayanan langsung menyentuh masyarakat,” jelas Fitra Aditya.
Dengan demikian, Sukadana menjadi pusat pelayanan dan pemerintahan, sementara Bandar Sribhawono menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat. Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi.
Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut positif HUT Lampung Timur ke-27 ini. Ia juga mendorong agar masyarakat mendukung penuh kegiatan tersebut, agar perputaran uang benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah di Lampung Timur.














