Media90 – Kodam XXI Radin Inten terus berinovasi dalam memperkuat ketahanan wilayah berbasis data dan teknologi digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Centurion 21 yang didukung pemetaan drone, serta sistem pelaporan Lapor Pangdam, yang digelar di Hotel Emersia Bandar Lampung, Kamis (29/1/2026).
Panglima Kodam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, mengatakan bahwa Centurion 21 merupakan inovasi digital pertama di lingkungan TNI Angkatan Darat. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pendataan, pemetaan wilayah, hingga pendampingan sektor pertanian secara terintegrasi.
“Dalam pelaksanaannya, aplikasi ini berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang difokuskan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Kristomei.
Centurion 21 akan digunakan untuk mendata berbagai sektor pertanian di wilayah kerja Kodam XXI Radin Inten yang meliputi Provinsi Lampung dan Bengkulu. Data tersebut diharapkan dapat membantu penguatan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Selain itu, aplikasi ini juga menjadi sarana pendukung bagi para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaannya. Melalui Centurion 21, Babinsa dapat memetakan potensi wilayah yang sesuai untuk pengembangan tanaman pangan seperti padi, sektor perkebunan, hingga potensi perikanan dan peternakan.
“Aplikasi ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pelaporan dan kontrol terhadap kinerja Babinsa di lapangan. Data yang dihimpun nantinya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai dasar pengambilan kebijakan,” jelas Kristomei.
Dalam kesempatan yang sama, Kodam XXI Radin Inten juga meluncurkan aplikasi Lapor Pangdam sebagai wujud keterbukaan informasi dan peningkatan partisipasi publik. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun aduan terkait berbagai peristiwa di lingkungan sekitar.
Mulai dari kejadian kecelakaan, kondisi jembatan dan jalan rusak, hingga laporan terkait kinerja Babinsa di wilayah masing-masing, seluruhnya dapat dilaporkan melalui Lapor Pangdam sebagai bahan evaluasi institusi.
Peluncuran dua aplikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam menjaga ketahanan wilayah dan mendukung pembangunan nasional.














