Media90 – Pemerintah terus mendorong Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai strategi utama untuk memperkuat ekonomi rakyat, menggerakkan UMKM desa, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda. Sepanjang tahun 2026, puluhan ribu koperasi ditargetkan aktif beroperasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah menargetkan sedikitnya 25 ribu Kopdes Merah Putih sudah beroperasi pada Maret mendatang dari total rencana 81 ribu koperasi secara nasional.
“Kita akan lihat beroperasinya minimal 25 ribu koperasi Merah Putih dari rencana kita 81 ribu. Kita yakin bulan Maret–April akan berfungsi 25 ribu koperasi,” ujar Prabowo.
Prabowo optimistis pengembangan koperasi desa dapat terus dipercepat hingga akhir tahun. Ia menargetkan, pada Desember 2026 jumlah koperasi yang aktif mencapai sedikitnya 60 ribu unit.
“Pada akhir tahun 2026, jumlah Koperasi Merah Putih ditargetkan sudah menembus sedikitnya 60 ribu unit,” tambahnya.
Menurut Prabowo, koperasi akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi di berbagai sektor.
“Hal itu menunjukkan bahwa perekonomian nasional akan kembali menguat di seluruh sektor,” tegasnya.
Dari sisi pelaksanaan teknis, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai solusi atas keterbatasan lapangan kerja yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z. Saat memimpin Rapat Kerja Kementerian Koperasi di Bogor, Ferry menyoroti kondisi pasar kerja yang membuat banyak anak muda kesulitan memperoleh pekerjaan yang stabil.
Ia menegaskan, koperasi desa diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru melalui unit usaha produktif, layanan berbasis komunitas, hingga penciptaan lapangan kerja lokal.
“Kami berharap Kopdes Merah Putih dapat menjangkau kalangan milenial dan Gen Z yang kini menjadi fokus pemerintah, sehingga mampu menjadi solusi atas keterbatasan lapangan kerja bagi mereka,” ujar Ferry.
Selain itu, Ferry menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) serta kolaborasi lintas sektor agar program strategis ini berjalan optimal.
“Kita juga tidak boleh lupa menyiapkan SDM dan modul-modul terkait untuk peningkatan kapasitas pengurus, pengawas, dan pengelola Koperasi Desa Merah Putih,” ucapnya.
Hingga kini, lebih dari 44 ribu titik lahan telah dipetakan sebagai lokasi gerai Kopdes Merah Putih, dengan lebih dari 13 ribu titik di antaranya telah terbangun. Pemerintah juga mencatat lebih dari 83 ribu koperasi telah berbadan hukum, melibatkan sekitar 1,65 juta anggota dan 690 ribu pengurus sebagai fondasi penguatan UMKM desa serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Dengan langkah strategis ini, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memberi peluang nyata bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan desa dan perekonomian nasional.














