BERITA

Lampung Timur Setahun di Bawah Kepemimpinan Ella–Azwar: Mewujudkan Warisan Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan

5
×

Lampung Timur Setahun di Bawah Kepemimpinan Ella–Azwar: Mewujudkan Warisan Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Lampung Timur Menuju Jalan Baru, Membangun Warisan Hijau Bersama Ella dan Azwar
Lampung Timur Menuju Jalan Baru, Membangun Warisan Hijau Bersama Ella dan Azwar

Media90 – Satu tahun terakhir menandai babak baru penuh optimisme bagi Lampung Timur, di bawah kepemimpinan Bupati Ella Siti Nuryamah dan Wakil Bupati Azwar Hadi untuk periode 2025–2030. Kabupaten ini tengah mengalami transformasi besar, dengan fokus pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan kelestarian alam melalui visi Kabupaten Konservasi dan Berkelanjutan (KKB).

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, berbagai langkah strategis telah dilakukan, termasuk pencanangan Grand Design KKB Lampung Timur 2026.

Bupati Ella menegaskan, inisiatif ini lahir dari semangat untuk menjaga kekayaan hutan, pesisir, dan sumber daya alam Lampung Timur.
“Visi besarnya adalah menjadikan Lampung Timur sebagai daerah yang hijau, inklusif, dan berdaya saing, di mana kelestarian lingkungan menjadi fondasi utama pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Ella.

Transformasi Pengelolaan Sampah: Hilirisasi Sampah Menjadi Energi

Revolusi pengelolaan sampah menjadi energi menjadi salah satu keberhasilan nyata. Pemkab Lampung Timur kini membangun TPST-RDF dengan kapasitas 50 ton per hari. Program ini menciptakan sekitar 1.500 lapangan kerja hijau dan memberikan pendapatan tambahan melalui bank sampah di 24 kecamatan. Target ambisiusnya adalah mengurangi emisi karbon hingga 25.000 ton CO2e per tahun.

Baca Juga:  Rheza, Pembalap Indonesia, Raih Prestasi Luar Biasa di ARRC 2023 China, Gelar Juara Asia Pasti Milik Astra Honda

Memulihkan Pesisir dan Hutan

Lampung Timur memiliki garis pantai yang panjang namun rentan abrasi. Melalui Tim Satgas Mangrove, pemerintah menanam 100.000 bibit mangrove di kecamatan prioritas seperti Labuhan Maringgai, Pasir Sakti, dan Marga Sekampung.

Di sektor perhutanan, program perhutanan sosial berbasis energi hijau berhasil menanam 26.000 pohon Kaliandra di 44 desa, memberikan sumber biomassa lokal sekaligus meningkatkan tutupan vegetasi hutan.

Konservasi Way Kambas dan Peluang Karbon

Taman Nasional Way Kambas sebagai habitat gajah Sumatera mendapat perhatian khusus. Kepemimpinan Ella–Azwar menetapkan 23 desa penyangga TNWK sebagai wilayah prioritas konservasi melalui skema voluntary carbon village. Desa-desa ini kini menjadi pemain utama dalam menjaga hutan sambil membuka peluang ekonomi dari perdagangan karbon dan ekowisata konservasi.

Baca Juga:  Konflik Gajah Liar di Way Kambas Menuju Solusi, Pagar Permanen dan Keterlibatan TNI Disiapkan

Transisi Energi Bersih

Pembangunan infrastruktur energi bersih berjalan pesat. Sebanyak 2 MWp PLTS Atap telah dipasang di sekolah, Puskesmas, dan gedung publik, mengurangi biaya operasional sekaligus menurunkan emisi. Program Gas Kota juga diperluas ke 9 kecamatan, memberikan akses energi bersih dan terjangkau bagi rumah tangga rentan serta UMKM.

Pendidikan dan Generasi Hijau

Keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak lepas dari peran SDM. Program Green School Index (GSI) menilai penerapan prinsip keberlanjutan di ratusan sekolah SD dan SMP se-Lampung Timur. Selain itu, 1.000 kader ekologi desa dan “Duta Lingkungan Sekolah” dibentuk untuk menanamkan nilai hidup hijau di masyarakat.

Capaian Strategis: Dari Tantangan Menjadi Peluang

  1. Pengelolaan Sampah: Dari tumpukan menjadi energi; target reduksi ≥40% timbulan sampah dibanding 2024.
  2. Pemulihan Pesisir: Dari abrasi menjadi benteng hijau; daya serap karbon biru diperkirakan meningkat 10.000 ton CO2e per tahun.
  3. Pemberdayaan Desa Penyangga TNWK: Dari konflik menjadi konservasi, desa-desa kini mendapat akses ekonomi baru.
  4. Transisi Energi: Dari biaya tinggi menjadi kemandirian bersih; PLTS dan gas kota menurunkan ketergantungan energi fosil.
  5. Ekonomi Hijau Perhutanan: Dari pengambilan kayu tidak berkelanjutan menjadi produksi biomassa dan madu ramah lingkungan.
Baca Juga:  Gerindra Lampung Bersiap Menuju Pilpres 2024 dengan PBB dalam Konsolidasi Prabowo

Dalam satu tahun, Lampung Timur telah berhasil meletakkan fondasi “Warisan Hijau” (Green Legacy). Pembangunan kini menekankan keseimbangan ekologis, inovasi lingkungan, dan kemandirian ekonomi, menjadikan setiap desa sebagai pusat inovasi hijau dan setiap warga sebagai penjaga alam.

Pendekatan kolaboratif yang disebut gotong royong hijau telah menjadikan Lampung Timur contoh daerah yang mampu bertransformasi, di mana kemajuan sosial dan ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Hasilnya bukan sekadar angka, melainkan warisan hijau yang nyata bagi generasi mendatang, agar mereka tetap dapat menikmati alam Lampung Timur yang asri dan makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *