Media90 – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026) menghadirkan suasana berbeda di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur. Tahun ini, tidak tampak antrean panjang warga di gerbang rumah dinas, maupun jamuan prasmanan mewah dalam tradisi open house atau gelar griya.
Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah, secara resmi meniadakan tradisi tersebut. Keputusan ini, menurutnya, bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk empati terhadap kondisi masyarakat.
“Ini bukan sekadar keputusan administratif, melainkan wujud empati mendalam terhadap kondisi masyarakat yang masih berjuang di tengah situasi ekonomi yang menantang, serta dampak bencana alam di beberapa wilayah,” ujar Ella.
Langkah tersebut juga selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Kabinet Paripurna pekan lalu. Melalui Surat Edaran (SE) dari Istana Kepresidenan, seluruh pejabat negara diimbau merayakan Idulfitri secara sederhana dan bersahaja.
“Atas dasar itu, kami ingin memberikan contoh nyata. Silaturahmi itu esensinya adalah hati, bukan kemewahan perayaan,” tambahnya.
Meski tradisi gelar griya ditiadakan, para pejabat tetap diperbolehkan menjalin silaturahmi, dengan catatan tidak dilakukan secara berlebihan.
Alih-alih menunggu tamu di rumah dinas, Bupati Ella memilih merayakan Idulfitri dengan turun langsung ke tengah masyarakat. Ia bersama warga melaksanakan Salat Id di Masjid Al-Jihad, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung.
Pilihan lokasi tersebut mencerminkan komitmen seorang pemimpin untuk hadir bersama rakyat, merasakan suasana yang sama, dan beribadah di tempat yang sama dengan masyarakat yang dipimpinnya.
Usai pelaksanaan Salat Id, agenda Bupati tidak diisi dengan kegiatan seremonial, melainkan aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga. Ia memberikan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian, agar mereka tetap merasakan kebahagiaan di hari kemenangan.
Selain itu, Pemkab Lampung Timur juga menyalurkan bantuan bedah rumah bagi keluarga kurang mampu di Kecamatan Jabung. Bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah sekaligus “kado” Idulfitri yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Bagi Ella, Idulfitri bukan hanya momen perayaan, tetapi juga waktu untuk memperkuat nilai spiritual, rasa syukur, dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kemuliaan seorang pemimpin tidak diukur dari kemewahan yang ditampilkan, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Idulfitri dengan penuh kesederhanaan namun sarat makna. Harapannya, Idulfitri tahun ini dapat membawa berkah, kedamaian, serta semangat baru untuk bangkit bersama.














