Media90 – Rahmat Mirzani Djausal membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pringsewu Tahun 2027 pada Kamis (12/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang berbasis pada potensi dan karakteristik wilayah.
Menurutnya, pendekatan pembangunan yang berangkat dari kekuatan lokal akan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Daerah Jadi Fondasi Pembangunan Nasional
Dalam sambutannya, Rahmat Mirzani Djausal menyebut daerah memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemerintah daerah didorong untuk terus memperkuat sektor unggulan serta mengembangkan hilirisasi komoditas daerah.
Ia mencontohkan bahwa Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan seperti singkong, jagung, serta berbagai komoditas lainnya. Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar menghasilkan nilai tambah yang lebih tinggi bagi perekonomian daerah.
“Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan seperti singkong, jagung, dan komoditas lainnya. Potensi tersebut harus diolah dengan baik agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar gubernur.
Fokus Program Prioritas dan Penyerapan Tenaga Kerja
Selain mendorong penguatan sektor unggulan, Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah untuk memperkuat perencanaan pembangunan yang fokus pada program prioritas serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah upaya menekan angka pengangguran terbuka melalui peningkatan produktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan konektivitas infrastruktur antarwilayah untuk memperlancar jalur distribusi serta membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Capaian Pembangunan Pringsewu
Sementara itu, Bupati Riyanto Pamungkas menjelaskan bahwa Musrenbang RKPD merupakan forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan kabupaten dengan prioritas pembangunan provinsi dan nasional.
Ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pringsewu pada tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi tercatat 5,44 persen, menempatkan Pringsewu di posisi keempat dari 15 kabupaten/kota di Lampung sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan provinsi.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga terus meningkat dari 72,14 pada tahun 2021 menjadi 74,76 pada tahun 2025, menjadikan Pringsewu sebagai salah satu daerah dengan capaian IPM tertinggi di Lampung.
Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat 7,60 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata provinsi maupun nasional. Bahkan angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,56 persen, sesuai target nasional yang berada di bawah satu persen.
Tantangan dan Tema Pembangunan 2027
Meski menunjukkan perkembangan positif, Riyanto Pamungkas mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan, salah satunya tingkat pengangguran terbuka yang pada tahun 2025 berada di angka 4,65 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Lampung.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu:
“Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Investasi, Produktivitas dan Industri Berbasis Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia serta Kemandirian Ekonomi Lokal.”
Tema tersebut akan diwujudkan melalui tiga pilar utama, yaitu:
- peningkatan kualitas sumber daya manusia,
- penguatan investasi dan ekonomi lokal,
- serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan inovatif.
Bupati juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan di Pringsewu, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang pada tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp35 miliar. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pringsewu.














