BERITA

Pangdam Radin Inten Resmikan Jembatan Gantung Garuda, Jadi Nafas Ekonomi Warga Pekon Umbar

36
×

Pangdam Radin Inten Resmikan Jembatan Gantung Garuda, Jadi Nafas Ekonomi Warga Pekon Umbar

Sebarkan artikel ini
Jembatan Garuda Diresmikan, Dongkrak Perekonomian Warga Pekon Umbar Tanggamus
Jembatan Garuda Diresmikan, Dongkrak Perekonomian Warga Pekon Umbar Tanggamus

Media90 – Pangdam II/Sriwijaya Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, meresmikan Jembatan Gantung Garuda di Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Selasa (30/12/2025). Jembatan yang telah direnovasi itu kini berdiri kokoh dan aman dilintasi, sekaligus menjadi nafas baru bagi kehidupan ekonomi masyarakat setempat.

Di atas aliran sungai yang deras, Jembatan Gantung Garuda tak lagi sekadar rangka baja penghubung dua sisi wilayah. Bagi warga Pekon Umbar, jembatan tersebut adalah jembatan harapan yang telah lama dinanti. Sejak pagi, puluhan warga tampak berduyun-duyun mendatangi lokasi peresmian. Ada yang datang bersama anak-anak, ada pula yang berdiri lama menatap jembatan, seolah memastikan bahwa apa yang kini terbentang di hadapan mereka bukan lagi sekadar mimpi.

Selama bertahun-tahun, sungai di wilayah tersebut bukan hanya bentang alam, melainkan penghalang utama aktivitas warga. Saat air surut, warga masih berani menyeberang, namun ketika hujan turun dan arus meninggi, perjalanan menuju sekolah, kebun, hingga fasilitas kesehatan kerap tertunda bahkan terhenti.

Baca Juga:  PLN Dorong Tata Kelola Air Berkelanjutan Lewat Program Air Bersih, Warga di Berbagai Daerah Rasakan Manfaatnya

Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Ini adalah perintah Presiden Republik Indonesia untuk membuka akses, mempercepat pembangunan, serta mendorong perekonomian masyarakat. Anak-anak harus bisa sekolah dengan aman, dan warga harus mudah beraktivitas,” kata Kristomei dalam sambutannya.

Jembatan sepanjang 120 meter tersebut dibangun dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar enam hari. Proses pembangunannya melibatkan gotong royong masyarakat setempat, sehingga jembatan ini tidak hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian warga Pekon Umbar.

“Tidak ada kesulitan berarti dalam pembangunan. Setelah diresmikan, kami berharap masyarakat dapat menjaga jembatan ini, karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Lolos Polisi, Alumni SMPN Satu Atap 1 Rawajitu Timur Talang Bawang Berhasil Raih Seleksi TNI AD

Sementara itu, Bupati Tanggamus, Mohammad Saleh Asnawi, mengapresiasi keterlibatan TNI dalam pembangunan infrastruktur daerah. Menurutnya, Jembatan Gantung Garuda akan menjadi penggerak baru roda ekonomi dan percepatan pembangunan masyarakat di wilayah tersebut.

“Jembatan ini diharapkan dapat membuka akses yang selama ini terhambat, sehingga perekonomian dan pembangunan masyarakat bisa tumbuh lebih cepat,” ungkap Mohammad Saleh Asnawi.

Kini, Jembatan Gantung Garuda tak hanya menghubungkan dua sisi sungai. Ia menghubungkan harapan antara rumah dan sekolah, antara kebun dan pasar, serta menjembatani keterisolasian menuju masa depan yang lebih terbuka bagi warga Pekon Umbar, Tanggamus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *