Media90 – Pemerintah menegaskan komitmen membangun sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dengan meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah Indonesia. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi penanda kuat kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan yang layak, inklusif, dan berkeadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas nasional.
“Melalui peresmian ini, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan manusia melalui pendidikan menjadi prioritas utama. Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata keberpihakan negara kepada anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan berkualitas,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan rasa haru dan bangganya setelah melihat langsung perkembangan para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, program ini lahir dari keberanian negara dalam mengambil langkah yang tidak lazim namun sangat dibutuhkan rakyat.
“Mari kita berbuat yang mungkin tidak lazim, kita bikin sekolah yang terbaik. Sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal,” lanjut Presiden Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Presiden berpesan agar para siswa tidak pernah merasa rendah diri terhadap latar belakang keluarga. Ia menegaskan bahwa setiap pekerjaan orang tua adalah mulia selama dilakukan dengan kejujuran dan kerja keras.
“Hormati orangtuamu, kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orangtuamu. Jangan pernah kau malu. Mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa,” tegasnya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat pembangunan SDM. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga pemenuhan gizi, layanan kesehatan, serta pembinaan karakter.
“Ini merupakan program Bapak Presiden untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Jadi, semakin kecil jarak antara instansi pemerintah dengan rakyat, maka masyarakat betul-betul lebih disejahterakan,” ujarnya.
Rini menambahkan bahwa meskipun berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian PANRB sendiri berperan memastikan tata kelola serta pemenuhan sumber daya manusia berjalan optimal dengan mengedepankan prinsip sistem merit agar program berkelanjutan.
“Inilah semangat reformasi birokrasi yang kita dorong, yaitu birokrasi yang bekerja bersama, melampaui sekat organisasi, dan tidak terjebak pada ego sektoral,” ucapnya.
Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini menegaskan tekad pemerintah untuk menghadirkan negara secara nyata, membuka harapan baru, serta memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tertinggal memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang lebih baik.














