Media90 – Pemerintah menargetkan perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai 82,9 juta orang pada akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan perlindungan pangan nasional sekaligus upaya peningkatan kualitas hidup bagi kelompok rentan.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga memberi porsi penting bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan gizi dan pelayanan sosial berkelanjutan.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimismenya terhadap pencapaian target tersebut. Ia menilai program MBG telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang tahun pertama pelaksanaannya, dengan capaian sekitar 58 juta penerima manfaat hingga awal 2026.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa negara mampu mengelola program dengan skala besar secara efektif.
“Insya Allah, saya percaya dan yakin, akhir Desember 2026 kita akan mencapai 82 juta penerima manfaat. Negara lain seperti Brasil mencapai 41 juta dalam 11 tahun, sementara Indonesia sudah 58 juta dalam satu tahun,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga menyoroti perhatian internasional terhadap program MBG. Ia menyebut sejumlah negara dan lembaga global kini menjadikan Indonesia sebagai rujukan dalam penerapan program pemenuhan gizi nasional.
“Kita memberi makan 58 juta orang setiap hari, termasuk ibu hamil dan lansia yang makanannya diantar langsung ke rumah. Ini capaian yang sebelumnya dianggap tidak mungkin,” kata Presiden.
Layanan Khusus untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan skema MBG khusus bagi lansia terlantar berusia di atas 75 tahun serta penyandang disabilitas. Pada tahap awal, program ini diproyeksikan menjangkau lebih dari 100 ribu lansia dan sekitar 36 ribu penyandang disabilitas.
“MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas sudah disetujui Presiden. Selain makanan bergizi, kami juga menyiapkan caregiver atau pengasuh yang akan memberikan perawatan, karena sebagian besar lansia tersebut hidup sendiri,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan transformasi dari program permakanan yang telah berjalan sebelumnya, namun kini diperkuat dengan standar pelayanan sosial yang lebih komprehensif, bermartabat, dan tepat sasaran.
“Ini bentuk transformasi layanan sosial agar lebih bermartabat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Pemerintah Terbuka terhadap Masukan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap masukan publik dalam pengembangan program MBG, termasuk terkait perluasan sasaran dan peningkatan kualitas layanan.
“Pemerintah selalu membuka diri terhadap usulan dan catatan dari masyarakat agar tidak ada kelompok yang terlewat dalam program-program perlindungan sosial,” tuturnya.
Penguatan Ketahanan Pangan dan Keadilan Sosial
Dengan target ambisius dan dukungan lintas kementerian, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup kelompok rentan serta mendorong keadilan sosial di seluruh Indonesia.














