BERITA

Pidato di WEF 2026, Prabowo Tegaskan Prabowonomics dan Peran Indonesia di Pusat Percakapan Global

2
×

Pidato di WEF 2026, Prabowo Tegaskan Prabowonomics dan Peran Indonesia di Pusat Percakapan Global

Sebarkan artikel ini
Pidato di WEF 2026, Prabowo Tegaskan Perdamaian Kunci Kemakmuran
Pidato di WEF 2026, Prabowo Tegaskan Perdamaian Kunci Kemakmuran

Media90 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatatkan momen bersejarah di ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Melalui pidato kunci yang disampaikan di Congress Hall Davos, Prabowo berhasil mengangkat Indonesia sebagai salah satu pusat percakapan global di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia.

Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan konsep Prabowonomics, yakni arah kebijakan ekonomi Indonesia yang bertumpu pada stabilitas nasional, pertumbuhan berkelanjutan, serta keberanian dalam mengambil langkah-langkah strategis jangka panjang. Ia memaparkan berbagai capaian pemerintahannya dalam satu tahun terakhir, sekaligus menjelaskan visi besar Indonesia ke depan di hadapan para pemimpin dunia, pelaku usaha global, dan investor internasional.

Presiden menekankan bahwa kemakmuran tidak mungkin tercapai tanpa adanya perdamaian dan stabilitas. Menurutnya, stabilitas Indonesia bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari pilihan politik yang konsisten untuk menjaga persatuan dan membangun kolaborasi nasional.

Baca Juga:  Perayaan Emas: Polinela Sambut Wisuda ke-50 dengan Bangga, Menyuarakan Prestasi Lulusan Berkarakter dan Berjiwa Pemimpin

“Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Davos, Kamis (22/1).

Ia juga menegaskan kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia internasional. Prabowo menyampaikan bahwa sepanjang sejarahnya, Indonesia tidak pernah sekali pun mengalami gagal bayar utang.

“Indonesia in our history has never once defaulted on the payment of our debt — not once,” tegasnya.

Kepercayaan global terhadap Indonesia semakin diperkuat dengan pemaparan mengenai Danantara, sovereign wealth fund Indonesia dengan total aset kelolaan mencapai USD 1 triliun. Prabowo menyebut Danantara sebagai simbol kekuatan ekonomi nasional dan kesiapan Indonesia menjadi mitra global yang setara.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia kini bukan hanya negeri perdamaian dan stabilitas. Indonesia semakin menjadi negeri peluang,” katanya.

Baca Juga:  UKM Hidate Teknokrat Indonesia Mencengangkan di Kompetisi Bergengsi Lampung

Pendekatan Indonesia Incorporated yang disampaikan Prabowo menegaskan sinergi antara negara dan dunia usaha dalam menarik investasi strategis, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai ekonomi global.

Selain fokus pada investasi dan stabilitas, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci pertumbuhan jangka panjang. Ia meyakini bahwa kualitas manusia Indonesia akan menjadi fondasi utama daya saing bangsa di masa depan.

“Saya yakin sumber daya manusia itu menentukan pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya, seraya memaparkan berbagai program strategis pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, serta program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan.

Kehadiran Presiden Prabowo di Davos turut mendapat perhatian diaspora Indonesia. Alvin Wihono, mahasiswa program magister di ETH Zurich, menilai kehadiran Prabowo di WEF 2026 sebagai langkah strategis yang mencerminkan visi besar Indonesia.

“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar. Ia memiliki visi yang jelas dan berjangka panjang,” ujarnya.

Baca Juga:  Gandeng Raja Inggris, Presiden Prabowo Prioritaskan Pemulihan Ekosistem Way Kambas Lampung

Alvin juga menekankan pentingnya penguatan human capital serta hilirisasi industri untuk mendorong daya saing nasional. Pandangan serupa disampaikan Adli, mahasiswa magister di ETH Zurich, yang menilai Presiden Prabowo sebagai pemimpin dengan pendekatan strategis dalam membaca dinamika global.

“Menurut saya, Pak Presiden adalah sosok yang sangat strategis,” katanya.

Ia berharap momentum Davos dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah Indonesia dan diaspora di berbagai negara.

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di WEF 2026 menandai babak baru diplomasi Indonesia di panggung global. Indonesia kini tidak hanya dipandang sebagai negara berkembang, tetapi telah berdiri sebagai mitra global yang setara, visioner, dan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan ekonomi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *