Media90 – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan infrastruktur dan penyambungan jaringan listrik pada seluruh unit hunian yang telah terbangun.
Langkah ini menjadi bagian dari kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Penyediaan prasarana dasar, seperti listrik, dinilai krusial agar warga dapat segera menempati hunian dengan aman dan layak.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukung yang saat ini terus dikebut. Ia menilai sinergi lintas kementerian, Danantara Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN), serta pemerintah daerah mampu menghasilkan kemajuan signifikan dalam waktu relatif singkat.
Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk kemudian diberikan kepada warga terdampak bencana.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo pada Jumat (2/1/2026).
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa dalam tiga bulan ke depan pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit. Hunian tersebut akan tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal. Capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat dan bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah agar masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Menurut Rosan, pembangunan Huntara tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan bagian dari tahapan pemulihan yang lebih luas.
“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Hunian sementara tersebut dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat. Pembangunan tidak hanya berfokus pada konstruksi bangunan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar, seperti ketersediaan listrik, air bersih, sanitasi yang memadai, serta dukungan layanan kesehatan di lokasi.
Menindaklanjuti hal itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh pembangunan Huntara melalui penyediaan listrik yang aman dan andal untuk seluruh unit hunian.
“PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan Huntara. Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun kami pastikan listriknya sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.
Saat ini, PLN telah menyiapkan berbagai infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari pembangunan gardu trafo, jaringan distribusi listrik, hingga pemasangan kWh meter pada seluruh hunian yang telah berdiri. Jaringan listrik pun telah tersambung sepenuhnya dan mencukupi kebutuhan listrik rumah warga maupun fasilitas umum.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turun langsung ke lapangan untuk mengawal progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur kelistrikannya.
Darmawan menegaskan bahwa kehadiran listrik yang andal merupakan kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Kami memahami saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, tetapi juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan Huntara agar masyarakat dapat segera tinggal, anak-anak kembali belajar dengan nyaman, dan keluarga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendampingi masyarakat bangkit dari bencana,” pungkasnya.














