BERITA

Program Masamo Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Kreatif di Lampung

10
×

Program Masamo Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Kreatif di Lampung

Sebarkan artikel ini
Perkuat Gizi dan Ekonomi, Lampung Maksimalkan Program MBG
Perkuat Gizi dan Ekonomi, Lampung Maksimalkan Program MBG

Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Badan Ekonomi Kreatif menggelar kegiatan Masak Bersama Master (Masamo) di SPPG Rajabasa 3, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan fasilitasi pengembangan usaha kreatif subsektor kuliner, sekaligus memperkuat peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penggerak ekonomi daerah.

Pelatihan yang diikuti oleh 50 perwakilan SPPG se-Lampung ini menghadirkan Chef Norman Ismail sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibekali keterampilan memasak dalam skala besar, serta pemahaman tentang standar keamanan pangan, higienitas, sanitasi, pengelolaan dapur, hingga penyajian makanan bergizi seimbang.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.007 unit SPPG di Lampung. Capaian tersebut menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi tercepat dan tertinggi secara persentase dalam pemenuhan pengadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Baca Juga:  Menyambut Nataru, Pemudik Diingatkan untuk Mengemudi dengan Aman di 221 Perlintasan Kereta KAI Tanjungkarang

“Hampir seluruh target MBG di Lampung sudah terpenuhi. Ini artinya, anak-anak Lampung, ibu hamil, balita, hingga santri sudah menerima makanan bergizi setiap hari,” ujarnya.

Menurut Gubernur, saat ini terdapat sekitar 2,7 juta penerima manfaat yang dilayani setiap hari. Skala pelayanan yang besar tersebut menciptakan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga secara langsung menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM pangan.

Dampak ekonomi dari keberadaan dapur SPPG bahkan dirasakan oleh sektor yang sebelumnya terdampak hambatan ekspor. Gubernur mencontohkan komoditas udang Lampung yang sempat mengalami penolakan di pasar luar negeri.

“Ada puluhan ribu petambak udang yang terdampak, SPPG ikut menyerap produksi mereka. Jadi program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan menyelamatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  LEIF 2025, Lampung Pikat Investor Global: 15 Komitmen Investasi Ditandatangani

Melalui kegiatan Masamo, Gubernur berharap terjadi peningkatan kualitas rasa dan kreativitas menu, sehingga program MBG tidak hanya memenuhi standar nutrisi, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang lebih baik bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi capaian Lampung sebagai salah satu provinsi dengan jumlah dan persentase SPPG tertinggi secara nasional.

Ia menyebutkan, secara nasional saat ini telah terdapat 21.897 unit SPPG yang melayani sekitar 65 juta penerima manfaat. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30.600 unit dengan cakupan 83 juta penerima manfaat pada tahun ini.

“Lampung menunjukkan bagaimana program ini tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membangkitkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Calon Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Bertemu Pembina PSI, Diskusikan Sinergi Kekuatan Politik di Lampung

Menurut Riefky, kehadiran SPPG menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi berbagai sektor, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan profesional kuliner dalam program Masamo dinilai sebagai contoh konkret ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga menambahkan bahwa potensi ekonomi kreatif Lampung tidak hanya terletak pada subsektor kuliner, tetapi juga pada sektor fashion, kriya, kerajinan, serta ekonomi berbasis digital. Kementerian akan terus mendorong lahirnya brand-brand lokal dan “local hero” yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan agar produk-produk Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *