BERITA

PSSI Lampung Desak Evaluasi Paul Munster Usai Lima Laga Minor Bhayangkara Presisi Lampung FC

6
×

PSSI Lampung Desak Evaluasi Paul Munster Usai Lima Laga Minor Bhayangkara Presisi Lampung FC

Sebarkan artikel ini
Lima Laga Tanpa Hasil Maksimal, PSSI Lampung Minta Bhayangkara FC Evaluasi Paul Munster
Lima Laga Tanpa Hasil Maksimal, PSSI Lampung Minta Bhayangkara FC Evaluasi Paul Munster

Media90 – Pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Lampung mendesak manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelatih kepala, Paul Munster. Desakan tersebut bahkan mengarah pada opsi pergantian pelatih jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara, menilai strategi permainan yang diterapkan Paul Munster belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Hal itu tercermin dari hasil lima pertandingan terakhir Bhayangkara Presisi Lampung FC yang dinilai jauh dari harapan.

Dalam periode tersebut, tim berjuluk The Guardians of Saburai hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang, sementara tiga laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Baca Juga:  Tugas Pilkada Bandar Lampung 2024, Diterima oleh Pengacara Kasus Vina Cirebon Putri Maya Rumanti dari PAN

“Gaya bermain Bhayangkara FC saat ini cenderung monoton dan membosankan, sehingga mudah dibaca oleh lawan. Pola serangan juga minim variasi dan belum mampu memaksimalkan potensi pemain di lini depan,” ujar Yoga Swara, Minggu (25/1/2026).

Produktivitas Gol Dinilai Minim

Selain pola permainan, Yoga juga menyoroti rendahnya produktivitas gol Bhayangkara Presisi Lampung FC. Menurutnya, tim terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.

Ia menilai ketergantungan pada set piece menjadi indikator bahwa skema permainan dari lini belakang hingga lini depan belum berjalan optimal.

Baca Juga:  Diusung PDIP Tanpa PKB, Ardito Tegaskan Siap Hadapi Koalisi Petahana Usai Daftar ke KPU Lampung Tengah

“Kalau diperhatikan, banyak gol Bhayangkara FC justru lahir dari set piece seperti sepakan pojok, bukan dari skema open play yang matang. Ini menunjukkan kreativitas serangan masih sangat terbatas,” ujar Yoga.

Pergantian Pemain Dinilai Tak Efektif

Yoga juga mengkritisi keputusan Paul Munster dalam melakukan pergantian pemain. Menurutnya, pergantian yang dilakukan kerap terlambat dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap perubahan permainan tim di lapangan.

Kondisi tersebut dinilai membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC kesulitan keluar dari tekanan lawan, terutama saat tertinggal atau mengalami kebuntuan dalam menyerang.

Kekalahan Telak dari PSBS Biak Jadi Sorotan

Sorotan semakin tajam setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC menelan kekalahan telak 1-4 dari PSBS Biak pada laga penutup putaran pertama Liga 1. Yoga menilai pada laga tersebut para pemain terlihat kesulitan mengembangkan permainan karena minimnya solusi taktis dari pelatih.

Baca Juga:  Ini Rinciannya! DPRD Lampung Selatan Setujui Empat Paket Raperda Disahkan Menjadi Perda

“Semua pemain tampak kesulitan, tidak ada perubahan signifikan di lapangan. Ini menunjukkan kurangnya alternatif strategi yang diberikan pelatih,” tambahnya.

Atas dasar tersebut, Asprov PSSI Lampung berharap manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tim kepelatihan. Bahkan, menurut Yoga, pergantian pelatih perlu dipertimbangkan demi perbaikan performa di paruh kedua kompetisi.

Dengan evaluasi yang tepat dan cepat, diharapkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dapat tampil lebih atraktif, efektif, serta kompetitif dalam menghadapi sisa musim Liga 1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *