Media90 – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung mendorong Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia Lampung untuk melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan sejak dini dengan pendekatan sport science atau ilmu keolahragaan. Langkah ini dinilai penting guna meningkatkan performa atlet sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan atlet modern harus didasarkan pada penerapan sport science agar potensi atlet dapat dikembangkan secara optimal dan terukur.
“Pembinaan atlet saat ini harus berbasis sport science. Kami harus sudah bersiap sejak sekarang, mengingat PON 2028 tinggal dua tahun lagi, sehingga pembinaan atlet harus terus berjalan. Sport science sangat penting karena dunia olahraga saat ini sudah mengandalkan pendekatan ilmu pengetahuan,” kata Taufik Hidayat, Jumat (23/1/2026).
Menurut Taufik, sport science merupakan penerapan berbagai disiplin ilmu untuk mengoptimalkan performa atlet, meningkatkan kebugaran, serta meminimalkan risiko cedera. Pendekatan ini mencakup bidang fisiologi, biomekanika, nutrisi, psikologi olahraga, hingga kedokteran olahraga yang terintegrasi dalam penyusunan program latihan yang lebih efektif dan bersifat personal.
KONI Lampung dan Akuatik Indonesia Lampung sepakat untuk bersama-sama menjalankan pembinaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, dengan satu tujuan utama yakni meraih prestasi terbaik pada ajang PON 2028 mendatang.
Sementara itu, Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Lampung, Ade Utami Ibnu, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melaksanakan pelatihan internal sebagai langkah awal dalam menyongsong program kerja Akuatik Indonesia pusat selama tahun 2026, yang muaranya adalah persiapan menuju PON 2028.
“Saat ini kami sedang melakukan pelatihan internal untuk menghadapi event-event nasional di tahun 2026. Namun yang jelas, target kami adalah meraih prestasi di PON 2028, sehingga persiapan harus dilakukan sejak dini, bahkan beberapa tahun sebelumnya,” ujar Ade Utami Ibnu.
Ade juga menyebutkan adanya rencana pembangunan kolam renang yang dijadwalkan mulai berlangsung pada April 2026. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung sekaligus motivasi tambahan dalam proses pembinaan atlet akuatik Lampung ke depan.
Dengan dukungan pembinaan berbasis sport science, sinergi kelembagaan, serta peningkatan sarana dan prasarana, KONI Lampung dan Pengprov Akuatik Indonesia Lampung optimistis mampu mencetak atlet-atlet berprestasi dan bersaing di tingkat nasional pada PON 2028.














