BERITA

Transportasi Umum di Bandar Lampung: Antara Kebutuhan dan Arah Kebijakan Pembangunan

6
×

Transportasi Umum di Bandar Lampung: Antara Kebutuhan dan Arah Kebijakan Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Transportasi Umum Bandar Lampung: Kebutuhan Mendesak di Tengah Arah Pembangunan
Transportasi Umum Bandar Lampung: Kebutuhan Mendesak di Tengah Arah Pembangunan

Media90 – Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung terus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan. Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 1,2 juta jiwa pada 2024 dan luas wilayah 183,77 kilometer persegi yang terbagi dalam 20 kecamatan serta 126 kelurahan, kebutuhan akan sistem transportasi publik yang terintegrasi menjadi isu yang semakin mendesak.

Di tengah laju pertumbuhan kota yang pesat, transportasi umum merupakan salah satu infrastruktur penting yang menopang mobilitas masyarakat. Namun hingga kini, Bandar Lampung belum memiliki sistem transportasi publik massal yang terintegrasi dan modern, sebagaimana yang menjadi ciri kota-kota besar lainnya.

Transportasi Umum sebagai Fondasi Kota Modern

Dalam konsep pembangunan kota metropolitan, transportasi umum tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan pemerataan akses layanan publik. Kota-kota besar menjadikan transportasi massal sebagai tulang punggung pergerakan masyarakat, baik untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Baca Juga:  Kelalaian Lingkungan: Walhi Mendorong Penghentian Land Clearing Pabrik Sawit PT PSM Way Kanan Tanpa Amdal dan Izin

Bandar Lampung sebenarnya pernah memiliki layanan Bus Rapid Transit (BRT) yang melayani rute dalam kota. Pada masanya, BRT menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan pekerja. Namun seiring waktu, layanan tersebut tidak lagi beroperasi secara optimal hingga akhirnya ditinggalkan.

Saat ini, masyarakat lebih banyak bergantung pada angkutan kota (angkot) dan transportasi berbasis aplikasi. Meski menjadi pilihan utama, keberadaan angkot dinilai belum sepenuhnya tertata, baik dari sisi perizinan trayek, keteraturan jadwal, maupun standar pelayanan. Kondisi ini membuat transportasi umum belum mampu menjadi solusi utama mobilitas perkotaan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa, Bandar Lampung idealnya memiliki sistem transportasi publik yang jelas dan terencana. Selain berfungsi mengurangi kemacetan, transportasi umum juga berperan menekan biaya transportasi masyarakat serta mengurangi polusi udara.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi Persiapan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 Dipimpin Oleh Ketua Umum KONI Provinsi Lampung

Di sisi lain, transportasi online memang memberikan alternatif mobilitas yang cepat dan fleksibel. Namun sistem ini belum sepenuhnya dapat menggantikan peran transportasi massal yang terintegrasi, terjangkau, dan mampu melayani seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Arah Kebijakan Anggaran dan Prioritas Pembangunan

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp2,65 triliun, belum terlihat alokasi anggaran yang secara khusus difokuskan pada pembangunan sistem transportasi umum massal.

Di sisi lain, pemerintah kota mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program sosial keagamaan, seperti perjalanan wisata rohani dan program umroh gratis bagi masyarakat. Pada 2026, anggaran perjalanan wisata rohani tercatat sekitar Rp5 miliar. Selain itu, jika mengacu pada program tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga akan memberikan fasilitas umroh gratis kepada sekitar 1.000 orang.

Perbandingan tersebut memunculkan diskusi publik terkait arah prioritas pembangunan daerah, khususnya antara program sosial dan pembangunan infrastruktur dasar seperti transportasi umum. Infrastruktur transportasi dinilai sebagai kebutuhan jangka panjang yang berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hidup masyarakat kota.

Baca Juga:  Perwakilan Terbaik Mahasiswa Manajemen IIB Darmajaya dalam Putera Kebudayaan Indonesia 2023

Harapan Masa Depan Transportasi Bandar Lampung

Ke depan, pengembangan transportasi umum menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di dalam kota.

Pemerintah kota diharapkan mulai merancang peta jalan (roadmap) pengembangan transportasi umum, baik melalui penguatan sistem angkutan massal, revitalisasi konsep BRT, maupun integrasi dengan layanan transportasi digital yang sudah berkembang.

Keputusan arah pembangunan tentu berada di tangan pemerintah daerah. Namun masyarakat berharap pembangunan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan ekonomi semata, melainkan juga dari kualitas layanan publik yang dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi kota sebesar Bandar Lampung, transportasi umum bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan masa depan yang menentukan wajah kota dan kesejahteraan warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *