Media90 – Ada rona kebahagiaan yang terpancar dari wajah warga Kecamatan Bangun Rejo, Lampung Tengah, pada Jumat (3/4/2026). Setelah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan debu saat kemarau dan kubangan air saat hujan, impian mereka melihat Jalan Ruas Padang Ratu–Kalirejo diperbaiki akhirnya menjadi kenyataan.
Kehadiran Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turun langsung meninjau proyek tersebut menjadi momen berkesan bagi warga. Ia memastikan pengerjaan jalan sepanjang 6,5 kilometer itu dilakukan sesuai standar kualitas terbaik.
Bagi masyarakat, kehadiran orang nomor satu di Lampung tersebut bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan simbol bahwa aspirasi mereka yang selama ini terpendam akhirnya didengar.
Salah satu warga, Irma Pujianti, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya perbaikan jalan yang telah lama rusak.
“Jalan ini sudah lama sekali hancur, karena sudah terlalu lama, saya sampai lupa tahun berapa terakhir diperbaiki. Sekarang Alhamdulillah, rasanya senang sekali bisa bertemu langsung dengan Gubernur Lampung dan melihat jalan kami mulai dibangun,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nadirah, yang selama ini merasakan dampak buruk jalan rusak, terutama saat musim hujan.
“Alhamdulillah jalan ini sudah mulai diperbaiki. Semoga semakin memperlancar akses masyarakat ke depannya,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp66,69 miliar untuk perbaikan ruas Padang Ratu–Kalirejo. Pembangunan dilakukan dengan spesifikasi teknis yang matang, menggunakan material rigid beton yang dikenal lebih tahan terhadap beban kendaraan berat, sehingga diharapkan lebih awet dalam jangka panjang.
Selain itu, sistem drainase juga menjadi perhatian utama agar air tidak lagi menggenang dan merusak struktur jalan, seperti yang selama ini sering terjadi.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang telah berlangsung bertahun-tahun. Ia berkomitmen agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mobilitas dan perekonomian warga.
Kini, perubahan mulai terasa. Jalan yang sebelumnya menjadi sumber keluhan perlahan berubah menjadi harapan baru, membuka akses yang lebih lancar, aman, dan mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat Lampung Tengah.














